Rabu, 22 April 2026

Gerakan Pangan Murah Terus Menyasar Desa-desa di Sidoarjo

Operasi Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jatim. Masyarakat antusias menyambur pasar murah

Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/M Taufik
PANGAN MURAH – Suasana warga mengantre pembelian beras murah di Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/9/2025). Di Sidoarjo, Gerakan Pangan Murah terus keliling ke berbagai wilayah kecamatan. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Operasi Gerakan Pangan Murah (GPM) terus digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim).

GPM juga terus menyasar ke desa-desa dan kelurahan sejak beberapa waktu belakangan. 

Penjualan beras dan beberapa bahan pangan dengan harga murah itu mendapat sambutan atusias dari masyarakat.

Buktinya, di setiap area gelaran GPM selalu diserbu masyarakat. 

Seperti yang tampak di Kecamatan Waru. Setiap hari digelar pasar murah, dan selalu dipenuhi warga.

Petugas kecamatan, desa/kelurahan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas turun langsung mendistribusikan beras ke berbagai desa. 

Seperti Desa Brebek, Desa Bungurasih, Desa Janti, Desa Kedungrejo, Desa Kepuhkiriman, Desa Kureksari, Desa Medaeng, Desa Ngingas, Desa Pepelegi, Desa Tambakoso dan sebagainya.

“Setiap desa rata-rata mendapatkan distribusi 1,5 ton beras, atau sekitar 300 kemasan isi 5 kilogram. Sekarang giliran Desa Wedoro. Kami bersyukur, masyarakat menyambut baik kegiatan ini,” kata Camat Waru, Nawari di sela memantau pasar murah yang berjalan.

Warga menyambut antusias, karena harga beras yang dijual jauh lebih murah daripada pasaran. 

Beras SPHP dilepas dengan harga Rp 11 ribu per kilogram (kg) atau Rp 55 ribu per 5 kg. Padahal harga eceran tertinggi (HET) mencapai Rp 12.500 per kg atau Rp 62.500 per 5 kg.

“Tentu senang, bisa dapat beras dengan harga murah. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut untuk masyarakat,” kata Nita, warga setempat.

Meski hanya beberapa ribu rupah selisihnya, disebut dia sangat membantu. 

“Kan lumayan, selisihnya itu bisa buat beli sayur atau sebagainya,” tambahnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Widyantoro Basuki, menyebut bahwa pihaknya mengerahkan sedikitnya dua pegawai untuk mengangkut beras setiap hari. 

Total ada 60 pegawai yang ditugaskan mendistribusikan beras ke 24 titik penjualan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved