Kota Surabaya Diminta Waspada Tinggi Terkait Adanya KLB Campak di Sumenep
Pemkot Surabaya, Jatim, diminta melakukan upaya pencegahan agar KLB campak yang terjadi di Sumenep, Madura, tidak terbawa dan terjadi di Surabaya.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penyebaran penyakit campak terindikasi akan meningkat di wilayah Jawa Timur (Jatim).
Bahkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim, sudah ditetapkan statusnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Terkait hal tersebut, anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, meminta Kota Surabaya ikut waspada.
Meenurutnya, KLB campak di Sumenep itu harus menjadi atensi bersama.
"Semua wajib waspada, agar KLB campak tidak merembet ke Surabaya," kata Johari, Jumat (19/9/2025).
Politisi PKS tersebut meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya pencegahan, agar KLB campak yang terjadi di Sumenep, tidak terbawa dan terjadi di Kota Surabaya.
Baca juga: Ada KLB Campak di Sumenep, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Ajak Imunisasi : Baru 60 Persen dari Target
Mengingat tingginya mobilitas warga Surabaya-Sumenep, hal ini akan berisiko peningkatan kasus campak di Surabaya. Dikatakannya, dibutuhkan kewaspadaan tinggi.
Johari meminta Pemkot Surabaya untuk makin menggencarkan imunisasi lengkap kepada anak-anak di Surabaya.
Langkah tersebut, sebagai upaya pencegahan terjadinya peningkatan kasus campak di Surabaya,
"Dinas Kesehatan beserta seluruh stakeholder bidang kesehatan, melakukan imunisasi campak lengkap kepada seluruh anak-anak di Kota Surabaya," katanya.
Bahkan, kalau diperlukan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya harus bisa menjemput bola. Kejar imunisasi kepada anak-anak yang terlacak belum mendapat imunisasi lengkap.
Campak merupakan penyakit infeksi virus yang cepat menular. Pencegahannya bisa dilakukan melalui imunisasi.
Baca juga: 17 Anak di Sumenep Meninggal Akibat Campak, Gubernur Jatim Kirim 9.825 Botol Vaksin MR
Baca juga: Campak Juga Menyebar di Sidoarjo, Mayoritas Bayi yang Terserang
Johari menyebutkan bahwa menurut WHO imunisasi campak dilakukan minimal 2 kali, bisa dilakukan di usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.
Anak-anak yang belum pernah imunisasi atau belum lengkap imunisasi campak, berpotensi tinggi untuk tertular campak, terutama saat terjadi KLB.
Johari juga mendorong Dinkes untuk melakukan sosialisasi penyakit campak.
| Saat Buron, Ashari Tersangka Pencabulan Santri di Pati Ngaku Jadi Samsuri ke Petilasan Diutus Guru |
|
|---|
| Tabiat Ashari Pengasuh Ponpes Tersangka Pencabulan di Pati Dibongkar Tetangga, Jarang Srawung Warga |
|
|---|
| Subuh di ITS, Mendiktisaintek Dorong Kampus Percepat Hilirisasi Inovasi |
|
|---|
| Overstay 8 Tahun di Taiwan, PMI Asal Trenggalek Dideportasi |
|
|---|
| Ingat AKBP Basuki Tersangka Meninggalnya Dosen Untag Semarang di Hotel? Lari Usai Dituntut 5 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/anggota-Komisi-D-DPRD-Surabaya-Johari-Mustawan-1992025.jpg)