Sabtu, 9 Mei 2026

Kota Surabaya Diminta Waspada Tinggi Terkait Adanya KLB Campak di Sumenep

Pemkot Surabaya, Jatim, diminta melakukan upaya pencegahan agar KLB campak yang terjadi di Sumenep, Madura, tidak terbawa dan terjadi di Surabaya.

Tayang:
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Nuraini Faiq
KLB CAMPAK - Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustamar, meminta Pemerintah Kota Surabaya melakukan upaya pencegahan, agar KLB campak yang terjadi di Sumenep, Madura, tidak terbawa dan terjadi di Surabaya, Jawa Timur. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penyebaran penyakit campak terindikasi akan meningkat di wilayah Jawa Timur (Jatim). 

Bahkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim, sudah ditetapkan statusnya Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.

Terkait hal tersebut, anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, meminta Kota Surabaya ikut waspada.

Meenurutnya, KLB campak di Sumenep itu harus menjadi atensi bersama. 

"Semua wajib waspada, agar KLB campak tidak merembet ke Surabaya," kata Johari, Jumat (19/9/2025).

Politisi PKS tersebut meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya pencegahan, agar KLB campak yang terjadi di Sumenep, tidak terbawa dan terjadi di Kota Surabaya.

Baca juga: Ada KLB Campak di Sumenep, Pemkot Surabaya Terbitkan SE Ajak Imunisasi : Baru 60 Persen dari Target

Mengingat tingginya mobilitas warga Surabaya-Sumenep, hal ini akan berisiko peningkatan kasus campak di Surabaya. Dikatakannya, dibutuhkan kewaspadaan tinggi.

Johari meminta Pemkot Surabaya untuk makin menggencarkan imunisasi lengkap kepada anak-anak di Surabaya

Langkah tersebut, sebagai upaya pencegahan terjadinya peningkatan kasus campak di Surabaya,

"Dinas Kesehatan beserta seluruh stakeholder bidang kesehatan, melakukan imunisasi campak lengkap kepada seluruh anak-anak di Kota Surabaya," katanya.

Bahkan, kalau diperlukan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya harus bisa menjemput bola. Kejar imunisasi kepada anak-anak yang terlacak belum mendapat imunisasi lengkap.

Campak merupakan penyakit infeksi virus yang cepat menular. Pencegahannya bisa dilakukan melalui imunisasi. 

Baca juga: 17 Anak di Sumenep Meninggal Akibat Campak, Gubernur Jatim Kirim 9.825 Botol Vaksin MR

Baca juga: Campak Juga Menyebar di Sidoarjo, Mayoritas Bayi yang Terserang

Johari menyebutkan bahwa menurut WHO imunisasi campak dilakukan minimal 2 kali, bisa dilakukan di usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD.

Anak-anak yang belum pernah imunisasi atau belum lengkap imunisasi campak, berpotensi tinggi untuk tertular campak, terutama saat terjadi KLB.

Johari juga mendorong Dinkes untuk melakukan sosialisasi penyakit campak. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved