Minggu, 17 Mei 2026

Tavares Semprot PSSI Soal Jadwal Piala Presiden, Persebaya Terancam Dirugikan

Bernardo Tavares mengkritik jadwal Piala Presiden 2026 karena dinilai merugikan pemain dan finansial klub seperti Persebaya Surabaya.

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Khairul Amin
RESPECT - Bernardo Tavares (kiri), pelatih Persebaya saat jumpa pers di Stadion GBT setelah laga menghadapi PSM Makassar yang berakhir dengan kemenangan 1-0, Rabu (25/2/2026) malam. Bernardo Tavares, melontarkan kritik keras terhadap jadwal Piala Presiden 2026 yang dinilai tidak masuk akal. 

Ringkasan Berita:
  • Bernardo Tavares mengkritik jadwal Piala Presiden 2026 yang dinilai terlalu mepet dan tidak realistis.
  • Pelatih Persebaya menilai jadwal tersebut merugikan fisik pemain serta membebani finansial klub.
  • Tavares meminta penyelenggara mengubah jadwal agar pemain memiliki waktu istirahat yang cukup.

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, melontarkan kritik keras terhadap jadwal Piala Presiden 2026 yang dinilai tidak masuk akal.

Ia menyebut jadwal tersebut merugikan fisik pemain sekaligus membebani keuangan klub.

Bernardo Tavares Soroti Jadwal Piala Presiden 2026

Piala Presiden 2026 mulai menjadi perbincangan di tengah sisa dua laga Super League 2025/2026. Turnamen pramusim yang digagas PSSI itu direncanakan berlangsung mulai 28 Juni hingga 11 Juli 2026.

Bernardo Tavares mengaku Persebaya sebenarnya ingin ambil bagian dalam seluruh kompetisi yang tersedia. Namun ia menilai jadwal yang disusun penyelenggara sangat tidak ideal.

Baca juga: Persebaya Pesta Gol di Padang, Tapi Bernardo Tavares Justru Soroti Kesalahan Fatal 

“Saya pikir semua klub ingin memiliki lebih dari satu kompetisi dan saya rasa Persebaya juga menginginkannya,” ujar Bernardo Tavares seusai kemenangan 7-0 atas Semen Padang FC, Jumat (15/5/2026).

Menurut Tavares, jadwal tersebut membuat pemain kehilangan waktu istirahat setelah kompetisi berakhir pada 23 Mei 2026.

“Masalahnya adalah jadwal Piala Presiden yang diberikan oleh penyelenggara kepada kami mengatakan bahwa dimulai pada 28 Juni, dan jika kami pergi ke final selesai pada 11 Juli,” kata Bernardo Tavares.

“Jadi saya pikir itu tidak masuk akal. Bayangkan jika kami masuk ke final, kami akan menganggur dari sejak 11 Juli sampai 4 September (jadwal kompetisi musim depan). Apa yang akan kami lakukan di waktu luang sepanjang itu? Saya pikir itu tidak masuk akal,” tegasnya.

Baca juga: Berita Persebaya Surabaya Hari Ini Setelah Catat Sejarah Menang 7-0 di Padang, Jadwal Lawan Persik

Jadwal Dinilai Rugikan Pemain dan Finansial Klub

Mantan pelatih PSM Makassar itu juga menyoroti kemungkinan tim tersingkir lebih cepat dari turnamen.

Menurutnya, klub tetap harus membayar gaji pemain meski kompetisi resmi baru dimulai lagi pada September 2026.

“Dan bayangkan juga jika kami ternyata tidak lolos ke final pada 11 Juli. Bayangkan jika kami hanya bermain dua atau tiga pertandingan lalu tersingkir, misalnya pada 4 Juli,” jelas Tavares.

“Artinya, dari tanggal 4 Juli hingga 4 September ada jeda waktu dua bulan. Apa yang akan kami lakukan selama dua bulan itu?.”

Tavares pun meminta penyelenggara mempertimbangkan ulang jadwal turnamen agar lebih realistis dan tidak merugikan klub maupun pemain.

“Kami ingin menjadi bagian dari semua kompetisi yang tersedia karena Persebaya adalah tim yang hebat, salah satu yang terbaik di Indonesia, dan akan merayakan hari jadi yang ke-100 tahun depan,” ungkap Bernardo Tavares.

“Namun, tolong coba ubah jadwalnya karena ini tidak masuk akal.”

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved