Selasa, 21 April 2026

Cerita Para Kiai

Profil Ponpes Bahrul Maghfiroh, Pesantren Berbasis Sains dan Agama Milik Eks Rektor UB Prof Bisri

Inilah profil Ponpes Bahrul Maghfiroh, pesantren berbasis Ilmu Agama dan Sains. Ponpes ini didirikan oleh mantan Rektor UB Malang, Prof Bisri.

Editor: Arum Puspita
Kolase YouTube
PONPES - (kiri) Tangkap layar video program Cerita Para Kiai di Youtube Tribunnews.com tayang Sabtu (28/2/2026). Prof Bisri saat menjelaskan perjalanan hidupnya hingga punya pondok pesantren. (kanan) Foto Prof Bisri di laman bahrulmaghfirohmalang.or.id 

Namun, titik balik terjadi pada 2017, saat sang adik wafat.

Sebulan sebelum meninggal, adiknya sempat mengajak Bisri berkeliling pesantren, sebuah momen yang kemudian ia anggap sebagai pesan terakhir untuk melanjutkan perjuangan.

"Akhirnya pengurus meminta saya melanjutkan. Saya pikir ini amanah dan harus kembali lagi mengelola pondok pesantren ini," ujarnya.

Seiring perjalanan, Prof Bisri menilai ada yang perlu diperbaiki dari sistem lama ponpes. 

Ia menolak stigma bahwa pesantren adalah tempat penitipan anak nakal.

"Pondok itu tempat mencari ilmu agama dan mengamalkannya, bukan tempat anak-anak nakal," tegasnya.

Ia kemudian menerapkan sistem seleksi santri dan mengubah arah pendidikan pesantren menjadi lebih terstruktur.

Inovasi Gabungkan Ilmu Agama dan Sains

Salah satu gebrakan terbesar Prof Bisri adalah menggabungkan pendidikan agama (din) dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (sains).

Menurutnya, keberhasilan dunia dan akhirat harus ditempuh dengan dua jenis ilmu tersebut secara bersamaan.

Konsep itu diwujudkan dalam berbagai program, mulai dari kewirausahaan santri, pelatihan kerja, hingga pengembangan unit usaha seperti peternakan, budidaya, hingga produksi.

Tak hanya itu, pesantren juga dilengkapi laboratorium digital dan Artificial Intelligence (AI), serta studio multimedia kreatif untuk menunjang keterampilan santri di era modern.

"Kalau hanya ilmu agama, dunia bisa tertinggal. Kalau hanya ilmu dunia, akhirat bisa terlantar. Jadi harus berjalan beriringan," pesannya.

Meski banyak yang menyebut konsepnya sebagai pesantren modern, Prof Bisri menolak label tersebut.

Ia menilai, Islam sejatinya adalah ajaran yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Ia menekankan bahwa Islam harus hadir dalam semua aspek kehidupan, mulai dari teknologi, bisnis, hingga budaya.

Sumber: Surya
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved