Senin, 4 Mei 2026

Ramadan 2026

Hilal Tidak Terlihat dari Sidoarjo dan Ngawi, 1 Ramadan Diperkirakan Jatuh pada Hari Kamis

Tim Rukyatul hilal di Sidoarjo dan Ngawi tidak ada yang melihat hilal, Selasa (17/2/2026) petang. 

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/M Taufik
TIDAK TERLIHAT - Hilal belum terlihat dari hasil rukyatul hilal yang digelar PCNU Sidoarjo di atap gedung RSI Siti Hajar Sidoarjo, Selasa (17/2/2026). Awal Ramadan diperkirakan jatuh hari Kamis (19/2/2025).  

Ringkasan Berita:
  • Rukyatul hilal digelar oleh Tim Rukyatul Hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo di atap gedung RSI Siti Hajar Sidoarjo, tidak ada yang melihat hilal.
  • Kemenag Kabupaten Ngawi juga menyatakan hilal belum berhasil teramati dalam pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) petang.
  • Sesuai dengan aturan fikih, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Tim Rukyatul hilal di Sidoarjo tidak ada yang melihat hilal, Selasa (17/2/2026) petang. 

Rukyatul hilal digelar oleh Tim Rukyatul Hilal Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo di atap gedung RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Semua tim yang bertugas itu tidak ada satupun yang melihat hilal. 

Hasilnya telah ditandatangi bersama untuk dilaporkan ke tingkat wilayah. 

“Meskipun berdasarkan perhitungan hisab ketinggian hilal berada di bawah ufuk atau sekitar minus satu derajat, kami tetap berikhtiar melakukan rukyatul hilal sesuai tuntunan agama,” ujar Agus Arifuddin, Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo sekaligus Pembina Lembaga Falakiyah PCNU Sidoarjo. 

Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Jombang, Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat Pusat

 

Menurut dia, pelaksanaan rukyatul hilal ini merupakan bentuk ketaatan terhadap perintah Rasulullah untuk memulai ibadah puasa dengan melihat hilal. 

Sesuai dengan aturan fikih, jika hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban akan disempurnakan menjadi 30 hari (istikmal).

“Artinya, karena hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari. Insyaallah, 1 Ramadan diperkirakan jatuh pada hari Kamis,” jelasnya.

Kendati hasil pengamatan lokal di Sidoarjo menunjukkan potensi awal puasa pada hari Kamis (19/2/2026), pihak PCNU Sidoarjo tetap mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat yang akan memutuskan resmi awal Ramadan secara nasional. 

“Adanya perbedaan pendapat atau metode dalam penentuan awal Ramadan diharapkan dapat disikapi dengan bijak dan saling menghargai antar umat Islam,” lanjutnya. 

Baca juga: Kesimpulan Awal Ramadan Hari Kamis, Hilal 1 Ramadan di Mojokerto Tidak Terlihat

 

Hilal Tak Terlihat di Ngawi

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ngawi menyatakan hilal belum berhasil teramati dalam pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (17/2/2026) petang.

Rukyatul hilal digelar di Bukit Kerek Indah, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur bersama dengan Badan Hisab Rukyat (BHR), organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam, serta pegiat astronomi dari Ngawi Astronomi Club.

Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) Ngawi, Ansori, menjelaskan bahwa hasil rukyat sejalan dengan perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved