Selasa, 5 Mei 2026

Ramadan 2026

Kesimpulan Awal Ramadan Hari Kamis, Hilal 1 Ramadan di Mojokerto Tidak Terlihat

Syamsul, Eks Ketua Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Mojokerto mengatakan, awal puasa diprediksi jatuh pada Kamis 19 Februari 2026

Tayang:
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
SURYA.co.id/Mohammad Romadoni
RAMADAN 2026 - Para perukyat dalam kegiatan rukyatul hilal di Masjid Agung Darussalam (MADASA), Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), Selasa (17/2/2026).  

Ringkasan Berita:
  • Para perukyat dari Lembaga Falakiyah NU dan Kankemenag Kabupaten Mojokerto serta para tokoh agama tidak berhasil melihat hilal awal Ramadan tahun 2026/ 1447 H.
  • Rukyatul Hilal penentuan awal Ramadan di Mojokerto, digelar di Masjid Agung Darussalam (MADASA), Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), pada Selasa (17/2/2026).
  • Syamsul, Eks Ketua Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Mojokerto mengatakan, awal puasa diprediksi jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. 

 


 SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Rukyatul Hilal penentuan awal Ramadan di Mojokerto, digelar di Masjid Agung Darussalam (MADASA), Desa Gemekan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, (Jatim), pada Selasa (17/2/2026).

Hasilnya, para perukyat dari Lembaga Falakiyah NU dan Kankemenag Kabupaten Mojokerto serta para tokoh agama tidak berhasil melihat hilal awal Ramadan tahun 2026/ 1447 H.

"Berdasarkan hasil dari perukyat di Kabupaten Mojokerto tidak bisa melihat hilal" ujar Kepala Kankemenag Kabupaten Mojokerto, Muttakin.

Dari hasil tersebut, Kemenag mengajukan penetapan hasil perukyat kepada Pengadilan Agama (PA) Mojokerto

Penetapan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor 158/Pdt.P/2026/PA.Mr menyatakan bahwa rukyatul hilal di Masji Madasa tidak terlihat sebagaimana kesaksian yang melibatkan 10 orang perukyat.

"Menetapkan pemohon bahwa para perukyat tidak berhasil melihat hilal awal bulan 1 Ramadan 1447 Hijriah," kata Hakim PA Mojokerto, Nuril Huda.

Baca juga: Hilal Tak Terlihat di Jombang, Kemenag Tunggu Hasil Sidang Isbat Pusat

 

Penjelasan Ketua LFNU Kabupaten Mojokerto

Ketua LFNU Kabupaten Mojokerto, H Syamsudin menjelaskan dari pengamatan pada pukul 17.55.03, hilal tidak terlihat lantaran berada di bawah ufuk 2 derajat untuk Hilal Mar'i tepatnya minus 02° 00' 411.

"Secara observasi ini tidak mungkin terlihat, karena kriteria hilal minimal 3 derajat. Hasil rukyat di MADASA masih minus 2 derajat," bebernya.

Ia mengungkapkan, maka dapat dipastikan awal Ramadan NU maupun pemerintah jatuh pada Kamis 19 Februari 2026.

"Kesimpulannya awal Ramadan menurut hasil rukyat itu hari Kamis," tukasnya.

Baca juga: Hilal Ramadhan 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Balai Rukyat Condrodipo Gresik

Awal Ramadan 2026 Hari Kamis

Sebelumnya, Ketua LFNU Jawa Timur, Syamsul Maarif menjelaskan prediksi Hisab, hilal pada saat pelaksanaan Rukyatul Hilal awal Ramadan 2026 kondisi ketinggian hilal dibawah ufuk karena Ijtima' terjadi setelah Ghurub sehingga istihalah untuk Rukyat. 

"Dengan kondisi tersebut berdasar kaidah ilmu falak, maka umur Bulan Sya'ban 1447 H digenapkan 30 hari," jelasnya. 

Menurut Syamsul, Rukyatul Hilal dari wilayah Mojokerto nantinya akan disatukan dengan hasil dari daerah lainnya yang menggelar kegiatan serupa di Jawa Timur. 

"Pastinya, karena Rukyatul Hilal sebagai uji akurasi hisab di lapangan sebagai bahan laporan Sidang Itsbat Menteri Agama RI," kata Syamsul, Eks Ketua Lembaga Falakiyah NU Kabupaten Mojokerto tersebut. 

Ia mengatakan, bahwa awal puasa yang akan ditetapkan pemerintah dan NU diprediksi jatuh pada Kamis 19 Februari 2026. 

"Kemungkinan besar NU dan Pemerintah berdasar Hisab Tahqiqi dan Kontemporer, awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 dan dimulai Rabu malam Kamis untuk awal salat Tarawih," pungkas Syamsul. (don)

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved