Sabtu, 11 April 2026

Gresik

Hilal Ramadhan 1447 Hijriah Tidak Terlihat di Balai Rukyat Condrodipo Gresik

ilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah di Bukit Condrodipo, Kabupaten Gresik, Selasa sore (17/2/2026)

Penulis: Willy Abraham | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/Willy Abraham
BALAI RUKYAT - Perukyat sedang melakukan rukyatul hilal di Balai Rukyat Condrodipo Gresik, Selasa (17/2/2026). Hilal belum nampak dari Gresik 
Ringkasan Berita:
  • Hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa sore (17/02/2026). 
  • Ketua LFNU Gresik, Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. 
  • ​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik

 


SURYA.CO.ID, GRESIK – Hilal tidak terlihat dalam pemantauan awal bulan Ramadan 1447 Hijriah di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Selasa sore (17/2/2026). 

Ketua Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik, Muchyiddin Hasan mengatakan hilal tidak terlihat disebabkan karena secara astronomis posisi hilal masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam. 

"Memutuskan hilal tidak terlihat di Kabupaten Gresik," ujarnya.

Baca juga: Update Pantauan Rukyatul Hilal dari Kabupaten Gresik, Cuaca Cerah di Bukit Condrodipo

 

Penjelasan LFNU Gresik

Dijelaskan Ketua LFNU Gresik, berdasarkan hasil hisab kontemporer (metode Al-Durru Al-Anieq), matahari terbenam di Bukit Condrodipo pada pukul 17:54:23 WIB. 

Pada saat itu, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada pada posisi -2 derajat 8 menit 8 detik dengan elongasi 01 derajat 12 menit 38 detik.

​Muchyiddin menjelaskan bahwa data tersebut belum memenuhi kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU).

Berdasarkan kriteria IRNU, tinggi hilal minimal harus 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat. 

"Dengan posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk dan umur hilal yang tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik, maka hilal mustahil untuk dapat terlihat saat dirukyat,” jelasnya.
  
​Laporan hasil pemantauan ini akan segera diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat bersama Kementerian Agama RI.

Baca juga: Awal Ramadan 1447 H: Jadwal dan 21 Lokasi Rukyatul Hilal di Jawa Timur

​Terkait kepastian jatuhnya 1 Ramadan 1447 Hijriah, pihak LFNU Gresik mengimbau masyarakat untuk menunggu keputusan resmi (ikhbar) dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama RI selaku pimpinan sidang isbat. 

“Kami di sini adalah pelaksana yang melakukan pemantauan dan melaporkan hasil secara saintifik. Untuk keputusan akhirnya, kami serahkan sepenuhnya kepada Menteri Agama,” tambahnya.

​Kegiatan rukyatul hilal ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh dan pejabat setempat, di antaranya Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Wakil Ketua PCNU Gresik, Plt Kepala Kantor Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas Gresik

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved