Mika Lampu Berembun saat Musim Hujan? Begini Tips untuk Mengatasinya
Kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas pencahayaan saat berkendara di malam hari
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Mika lampu mobil seringkali berembun setelah terkena air hujan atau usai mencuci kendaraan.Tak hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa mempengaruhi kualitas pencahayaan saat berkendara di malam hari.
- Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya, Mohan Kurniawan, menyebut hal ini bisa terjadi karena perbedaan suhu dalam dan luar rumah lampu. Namun, juga bisa karena celah pada perekat mika (sealant) tidak rapat.
- Mohan memberikan saran untuk mencegahnya. Salah satunya dengan rutin mengecek sealant
SURYA.CO.ID SURABAYA – Memasuki puncak musim hujan, sejumlah pengemudi mulai mengeluhkan mika lampu mobil yang tiba-tiba berembun setelah terkena air hujan atau usai mencuci kendaraan.
Kondisi ini bukan hanya mengganggu estetika, tetapi juga bisa memengaruhi kualitas pencahayaan saat berkendara di malam hari.
Kepala Bengkel Astra Peugeot Surabaya, Mohan Kurniawan, menjelaskan bahwa embun pada mika lampu umumnya disebabkan oleh perbedaan suhu di dalam dan luar rumah lampu.
Baca juga: Mobil Mengalami Masalah saat Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Ada Layanan Derek Ini
Namun, faktor paling sering adalah adanya celah pada perekat mika (sealant) yang sudah tidak rapat.
“Sebagian besar kasus terjadi karena sealant mika yang mulai melemah atau bocor. Begitu ada celah kecil saja, udara lembap atau air bisa masuk dan menyebabkan kondensasi di dalam mika,” ujar Mohan, Senin (1/12/25).
Cuci Mobil Setelah Terjang Banjir
Mohan menambahkan, selain paparan hujan, proses mencuci mobil dengan air bertekanan tinggi sering memicu masalah serupa.
Perbedaan suhu ekstrem dapat membuat titik air masuk melalui celah yang tidak terlihat.
“Lampu depan itu punya struktur ventilasi, tapi ketika sealant sudah mengeras karena usia, air dari semprotan tekanan tinggi atau genangan hujan bisa masuk. Bila dibiarkan terlalu lama, permukaan reflektor bisa menjadi buram,” jelasnya.
Baca juga: Untuk Keselamatan Seluruh SUV Peugeot Dibekali Teknologi Speed Limiter
Mobil yang baru saja menerjang banjir juga berisiko lebih besar.
Air dapat menyelinap melalui lubang ventilasi atau melewati karet pelindung dudukan bohlam yang sudah aus.
Penanganan Profesional Diperlukan
Ketika embun muncul dalam jumlah sedikit, biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah lampu dinyalakan beberapa saat.
Namun, jika air sudah tampak menggenang di dalam rumah lampu, penanganan profesional wajib dilakukan.
“Rumah lampu harus dibongkar, dibersihkan, lalu dikeringkan dengan teknik yang tepat. Banyak konsumen mencoba mengeringkan sendiri menggunakan hair dryer, padahal suhu panas yang tidak terkontrol bisa merusak reflektor,” tegas Mohan.
Mohan memberikan beberapa saran agar pemilik kendaraan bisa mencegah masalah mika berembun:
| Alasan Trump Santai Remehkan Serangan AS ke Iran, Benarkah Sekadar Sentuhan Kasih Sayang? |
|
|---|
| Sosok Pengasuh yang Culik Balita 17 Bulan di Tulungagung, Ini Alasannya Bawa Kabur ke Lampung |
|
|---|
| Kuasa Hukum Bantah Wanita Lampung Culik Balita 17 Bulan di Tulungagung |
|
|---|
| Patahkan Klaim Trump, Intelijen AS Bongkar Kekuatan Militer Iran Sebenarnya: Punya 70 Persen Rudal |
|
|---|
| Sosok yang Pertama Kali Viralkan Kiai Ashari Tersangka Pencabulan di Pati, Dipuji Hotman Paris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kondisi-sealant-dan-rumah-lampu-agar-tidak-terjadi-kerusakan-lebih-lanjut.jpg)