Korupsi di Ditjen Bea Cukai
Benarkah Kode BC1 yang Terima Suap John Field itu Dirjen Bea Cukai? Ini Kata Analis Kontra Intelijen
Munculnya kode-kode dalam kasus dugaan korupsi pengurusan ekspor yang melibatkan bos PT Blueray Cargo John Field dianalisi kontra intelijen.
Ia juga mengingatkan media agar tetap proporsional dalam memberitakan perkara yang sedang berjalan.
"Masalahnya bukan pada pemberitaan sidangnya. Masalah muncul ketika publik menangkap kesan bahwa seseorang sudah pasti menerima uang, padahal proses pembuktian mengenai penerimaan itu sendiri masih berjalan," katanya.
Gautama menilai kondisi seperti itu berpotensi melahirkan trial by the press atau penghakiman melalui opini publik sebelum seluruh alat bukti diuji di pengadilan.
Menurut Gautama, apabila ingin membuktikan bahwa uang yang disebut dalam persidangan benar-benar diterima oleh pihak tertentu, maka penyidik masih harus menunjukkan rangkaian alat bukti yang lebih lengkap.
Di antaranya apakah uang tersebut benar-benar diteruskan kepada penerima akhir, apakah ada saksi yang melihat proses penyerahan, apakah terdapat komunikasi yang menunjukkan persetujuan atau pengetahuan penerima, serta apakah terdapat manfaat yang benar-benar dinikmati.
"Dalam hukum pidana, keyakinan pemberi penting. Tetapi keyakinan itu bukan pengganti pembuktian terhadap penerima," tegasnya.
Karena itu, ia menilai posisi yang paling tepat saat ini adalah menyebut adanya konstruksi dugaan yang masih diuji dalam persidangan, bukan menyimpulkan seseorang telah terbukti menerima aliran dana.
"Pertanyaan paling mendasar masih sama, yakni siapa yang benar-benar menerima uang tersebut. Sampai pertanyaan itu terjawab melalui alat bukti yang sah, maka semua pihak tetap harus menjunjung asas praduga tak bersalah," pungkas Gautama.
Duduk Perkara Korupsi di Bea Cukai
Dalam perkara ini, para petinggi PT Blueray Cargo didakwa menggelontorkan uang pelicin hingga mencapai Rp 61,3 miliar dalam mata uang dolar Singapura, ditambah berbagai fasilitas dan barang mewah senilai Rp 1,8 miliar kepada sejumlah oknum pejabat Bea Cukai untuk memuluskan barang tanpa pemeriksaan fisik.
Hingga saat ini, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka, yang terdiri dari unsur pejabat negara yakni mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC Rizal, Kasubdit Intel Sisprian Subiaksono, serta Kasi Intelijen Orlando Hamonangan dan Budiman Bayu Prasojo.
Sementara dari pihak swasta yang dijerat meliputi pemilik PT Blueray Cargo John Field, Manajer Operasional Dedy Kurniawan, dan Ketua Tim Dokumen Importasi Andri.
Dengan terus digalinya keterangan dari saksi-saksi kunci seperti Iskandar Sitorus, KPK optimistis dapat mengurai benang kusut mafia impor dan menindak tegas seluruh pihak yang berupaya merintangi tegaknya keadilan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ini Kata Pakar soal Munculnya Angka Rp21 M di Sidang Lanjutan Kasus Bea Cukai
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung
Bos Blueray Cargo John Field
John Field
Dirjen Bea Cukai
Djaka Budhi Utama
Analis Kontra Intelijen
Multiangle
Meaningful
SURYA.co.id
| Nasib Dirjen Bea Cukai Usai KPK Analisis Kesaksian Bos Blueray John Field yang Menyuap Rp 21 Miliar |
|
|---|
| Imbas John Field Akui Beri Suap Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, Pengusaha Rokok: Segera Copot! |
|
|---|
| Sosok Iskandar Sitorus yang Bongkar Transfer Miliaran Blueray ke Ajudan ASN Bea Cukai Ahmad Dedi |
|
|---|
| Daftar Kekayaan Ahmad Dedi, Pegawai Bea Cukai yang Disebut Terima Rp 30M dari John Field Bos Blueray |
|
|---|
| Penyesalan dan Kekesalan John Field Bos Blueray di Sidang Korupsi, Ini Nama-nama Pejabat yang Disuap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/John-Field-dan-Djaka-Budhi.jpg)