Rabu, 10 Juni 2026

Berita Viral

Laporkan Hasil Survei ke Prabowo, Luhut Sebut Program MBG Bagus Tapi Perlu Diperbaiki Tata Kelolanya

Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan hasil survei program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
kompas.com
MBG - Foto Luhut Pandjaitan diambi dari database Kompas.com. Luhut memuji Program Prabowo Makan Bergizi Gratis atau MBG 

Pemberdayaan UMKM: Sebanyak 86,9 persen Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) aktif bermitra dengan pelaku UMKM lokal untuk menyuplai komoditas bahan baku.

Penyerapan Tenaga Kerja: Program ini berhasil mencatatkan angka penyerapan tenaga kerja lokal yang sangat tinggi, yakni mencapai hampir 99 persen.

Apa Itu MBG?

Dilansir dari laman resmi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar penyediaan makanan bagi masyarakat.

Program ini disebut sebagai salah satu upaya strategis pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia untuk menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pandangan tersebut disampaikan Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, saat menjadi pembicara dalam Kuliah Pakar Program Magister Hukum Fakultas Keamanan Nasional Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Selasa (9/6).

Dalam forum yang mengangkat tema “Penguatan Karakter Bangsa dalam Supremasi Hukum dan Strategi Pertahanan serta Penanganan Keadaan Darurat”, Khairul menekankan bahwa keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada sektor ekonomi maupun pertahanan.

Menurutnya, kualitas manusia yang menjadi penggerak pembangunan juga memiliki peran yang sangat menentukan.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi generasi muda, dipandang sebagai salah satu investasi penting yang perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh negara.

"Program MBG bukan sekadar program pemberian makanan, melainkan investasi jangka panjang negara untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Dari program ini kita ingin melahirkan generasi yang sehat, cerdas, disiplin, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Hida.

Khairul menjelaskan bahwa berbagai kajian dan penelitian telah menunjukkan adanya hubungan erat antara kecukupan gizi sejak usia dini dengan kualitas hidup seseorang di masa mendatang.

Pemenuhan gizi yang baik berkontribusi terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kemampuan berpikir, capaian pendidikan, hingga produktivitas ketika memasuki usia kerja.

Atas dasar itu, ia menilai kebijakan terkait pemenuhan gizi tidak dapat dipandang semata sebagai program sosial, melainkan bagian dari strategi pembangunan nasional yang berorientasi jangka panjang.

Melalui pendekatan tersebut, program MBG diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, berkualitas, serta memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi perkembangan global di masa mendatang.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved