Senin, 8 Juni 2026

Alasan Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo Peringatkan Indonesia Akan Menghadapi Triple Crisis

Gatot Nurmantyo memperingatkan Indonesia menghadapi triple crisis. Ia menilai deindustrialisasi menjadi akar masalah ekonomi nasional.

Tayang:
Tribunnews.com
PERINGATAN - Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengungkap kesannya terhadap almarhum eks Menhan Ryamizard Ryacudu usai melayat ke rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti Cikeas Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026) malam. Gatot baru-baru ini memperingatkan Indonesia akan menghadapai triple crisis. 

Ringkasan Berita:
  • Gatot Nurmantyo menyebut Indonesia menghadapi triple crisis: deindustrialisasi dini, tekanan fiskal, dan kerapuhan rupiah.
  • Menurutnya, melemahnya industri nasional memicu PHK, memperbesar sektor informal, dan menurunkan daya saing ekonomi.
  • Penyusutan sektor formal dinilai berdampak pada penerimaan pajak
  • Gatot mendorong reindustrialisasi produktif dan memperingatkan sejumlah indikator ekonomi yang menurutnya perlu diwaspadai agar tidak berkembang menjadi krisis yang lebih serius.

 

SURYA.co.id – Mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo mengingatkan adanya potensi tekanan serius terhadap perekonomian Indonesia yang menurutnya berasal dari tiga persoalan utama atau triple crisis.

Peringatan tersebut disampaikan dalam forum purnawirawan TNI yang dihadiri sejumlah perwira tinggi purnawirawan dari tiga matra.

Dalam paparannya, Gatot menilai ancaman tersebut tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi berbagai persoalan struktural yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Ia menyebut tiga faktor utama yang perlu menjadi perhatian, yakni deindustrialisasi dini, tekanan terhadap fiskal negara, dan kerapuhan nilai tukar rupiah.

Menurut Gatot, ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan berpotensi menciptakan siklus tekanan ekonomi apabila tidak segera direspons melalui kebijakan yang tepat.

Deindustrialisasi Dinilai Menjadi Akar Masalah

DIDEPAK - Foto Jenderal (Purn) Gatot Nurmatyo saat masih menjabat sebagai Panglima TNI. Gatot baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan terkait pencopotannya sebagai panglima TNI.
DIDEPAK - Foto Jenderal (Purn) Gatot Nurmatyo saat masih menjabat sebagai Panglima TNI. Gatot baru-baru ini memberikan pernyataan mengejutkan terkait pencopotannya sebagai panglima TNI. (kompas.com)

Gatot menilai persoalan paling mendasar saat ini adalah melemahnya sektor industri nasional.

Ia menyebut deindustrialisasi dini telah berlangsung secara bertahap selama sekitar satu dekade terakhir.

"Sebenarnya kalau kita bedah, saat ini sedang terjadi triple crisis dalam struktur ekonomi Indonesia. Akar masalah utamanya adalah deindustrialisasi dini yang terjadi secara perlahan namun konsisten selama 10 tahun terakhir," kata Gatot, dikutip SURYA.co.id dari kanal YouTube Refly Harun.

Menurutnya, penurunan kapasitas industri nasional berdampak langsung terhadap berkurangnya lapangan pekerjaan formal.

Kondisi tersebut dinilai memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan mendorong sebagian pekerja beralih ke sektor informal.

Ia juga menilai daya saing industri dalam negeri melemah akibat tingginya biaya logistik, keterbatasan penguasaan teknologi, serta rendahnya efisiensi produksi.

Sebagai contoh, Gatot menyoroti kondisi ketika bahan baku yang berasal dari Indonesia diproses di luar negeri dan kemudian kembali masuk ke pasar domestik dalam bentuk produk jadi dengan harga yang lebih kompetitif dan kualitas yang lebih baik.

Selain itu, ia menyebut berbagai hambatan usaha, termasuk tingginya biaya distribusi dan praktik pungutan tertentu, turut memengaruhi perkembangan industri nasional.

Baca juga: Ngaku Didepak Jokowi karena Ogah Naikkan Pangkat Seorang Perwira, Ini Rekam Jejak Gatot Nurmantyo

Dampak ke Fiskal Negara dan Penerimaan Pajak

Menurut Gatot, melemahnya sektor industri tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga terhadap kemampuan negara menghimpun penerimaan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved