Perang Iran Israel
Iran Balas Serang Pangkalan Militer AS, Harapan Damai Makin Menipis
IRGC melancarkan serangan balasan ke pangkalan militer AS setelah operasi militer Washington di Iran. Ketegangan meningkat.
Melalui kantor berita KUNA, otoritas Kuwait mengonfirmasi bahwa sirene peringatan sempat berbunyi di berbagai wilayah.
Meskipun asal serangan belum diidentifikasi secara resmi, The Guardian mencatat bahwa Kuwait merupakan lokasi salah satu pangkalan militer utama Amerika Serikat di kawasan tersebut.
Negosiasi Nuklir di Pakistan Masih Buntu
Aksi saling serang ini terjadi di tengah kebuntuan negosiasi antara Washington dan Teheran yang berlangsung di Pakistan.
Laporan dari AFP menyebutkan bahwa pembicaraan intensif selama beberapa pekan belum membuahkan hasil, baik untuk mengakhiri perang maupun membuka kembali Selat Hormuz yang krusial bagi pasokan minyak dunia.
Presiden AS, Donald Trump, menekankan bahwa syarat utama kesepakatan adalah penghentian total program senjata nuklir Iran.
“Jaminan yang harus saya miliki adalah tidak akan ada senjata nuklir. Mereka telah menyetujuinya, dan itu sangat menarik,” ujar Trump dalam wawancara bersama menantunya, Lara Trump, yang dikutip dari AFP.
Melalui Truth Social, Trump juga mempertegas bahwa rancangan kesepakatan tersebut disusun agar Iran tidak memiliki celah untuk memiliki senjata nuklir.
Namun, pihak Teheran merasa banyak hak rakyat mereka yang belum terpenuhi dalam draf tersebut.
“Kami tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun sampai kami yakin hak-hak rakyat Iran telah dipenuhi,” tegas Mohammad Bagher Ghalibaf, negosiator utama Iran.
Senada dengan itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengimbau agar semua pihak tidak berspekulasi sebelum ada keputusan resmi.
“Sampai ada kesimpulan yang jelas tercapai, semua yang dikatakan saat ini hanyalah spekulasi,” ucapnya.
Konflik di Lebanon
Selain masalah nuklir dan ekonomi, perdamaian di kawasan semakin sulit dicapai karena situasi di Lebanon.
Iran menuntut agar setiap kesepakatan damai harus mencakup penghentian serangan militer di Lebanon.
Namun, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, justru memerintahkan pasukannya untuk bergerak lebih dalam ke wilayah Lebanon guna melawan kelompok Hizbullah yang didukung penuh oleh Iran.
Kondisi ini membuat stabilitas di Timur Tengah kian terancam dan proses negosiasi terancam kolaps.
IRGC
Amerika Serikat
serangan Iran
Pangkalan Militer AS
Selat Hormuz
Donald Trump
Meaningful
Multiangle
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Hubungan AS dan Iran Masih Memanas: Kedua Negara Saling Ngotot dan Belum Mau Mengalah |
|
|---|
| Iran Tuntut Uang Muka Rp196 Triliun di Qatar Sebelum Lanjutkan Negosiasi Damai dengan AS |
|
|---|
| Donald Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Rampung, Teheran Siapkan 14 Poin |
|
|---|
| Demi Jegal Nuklir Iran, Trump Abaikan Ekonomi Warga AS Saat Biaya Membengkak 3 Kali Lipat |
|
|---|
| Mojtaba Khamenei Diisukan Harus Pakai Kaki Palsu, Pemerinah Iran Tegaskan Kondisi Sebenarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Alasan-Israel-Malah-Ketar-ketir-saat-AS-dan-Iran-Mendekati-Kesepakatan-Damai-Netanyahu-Bertindak.jpg)