Unair dan Uncen Jadi Finalis Genera-Z Berbakti BCA 2026, Ini Inovasinya
Unair dan Uncen jadi finalis Genera-Z Berbakti BCA 2026 dengan program inovasi lingkungan, kesehatan, dan desa wisata.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Dua tim finalis Genera-Z Berbakti 2026 dari BCA, yakni Universitas Airlangga dan Universitas Cenderawasih, mempresentasikan program pengembangan Desa Patakbanteng di Wonosobo.
- Program yang diusung fokus pada pengelolaan sampah, kesehatan masyarakat, pemberdayaan UMKM, energi terbarukan hingga penanganan stunting & kesehatan mental.
- Desa Patakbanteng dipilih karena memiliki potensi wisata besar di kawasan Dieng namun masih menghadapi tantangan lingkungan, pendidikan, kesehatan dan SDM pariwisata.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - Program Genera-Z Berbakti 2026 yang digelar PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyisakan dua tim finalis yang bersaing menghadirkan inovasi pengembangan desa wisata di Desa Patakbanteng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng).
Kedua tim tersebut adalah Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan tim LESTARI dari Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn, mengatakan program Genera-Z Berbakti menjadi wadah kolaborasi generasi muda dalam menciptakan dampak positif bagi masyarakat desa.
“Kami berharap para finalis dapat memberikan kemampuan terbaiknya untuk memperjuangkan ide-ide yang diusung di hadapan panelis,” ujar Hera, Jumat (29/5/2026).
Desa Patakbanteng Jadi Fokus Pengembangan
BCA memilih Desa Patakbanteng, karena dinilai memiliki potensi wisata alam besar sebagai salah satu gerbang utama pendakian Gunung Prau di kawasan Dieng.
Desa yang masuk 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024 itu berada di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut dan dikenal dengan panorama pegunungan, udara sejuk, serta hamparan perkebunan khas dataran tinggi.
Menurut Hera, mayoritas masyarakat Patakbanteng bekerja di sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM.
“Desa Patakbanteng merupakan destinasi dinamis yang memadukan pesona alam, aktivitas agrowisata, serta kekayaan budaya lokal,” jelasnya.
Tantangan yang Dihadapi Desa Patakbanteng
Di balik potensi wisatanya, desa tersebut masih menghadapi sejumlah persoalan sosial dan lingkungan yang menjadi perhatian dalam program Genera-Z Berbakti 2026.
Sejumlah tantangan utama di Desa Patakbanteng:
- Pengelolaan lingkungan dan sampah belum terpadu
- Tingginya angka stunting dan penyakit tidak menular
- Rendahnya kehadiran warga di Posyandu dan Posbindu
- Adanya persoalan kesehatan mental pada warga usia produktif
- Tingginya angka putus sekolah sebelum SMA
- Rendahnya pelestarian budaya lokal
- Kemampuan bahasa Inggris pelaku wisata masih terbatas
- Jumlah petani terus menurun
“Sejumlah tantangan tersebut menjadi latar belakang terpilihnya Desa Patakbanteng sebagai destinasi program Genera-Z Berbakti 2026,” kata Hera.
Program Inovasi Tim Universitas Airlangga
Tim Amerta Pertiwi dari Universitas Airlangga menghadirkan program berbasis lingkungan, energi terbarukan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program unggulan tim Unair:
- Rumah Kompos
Sistem TPS 3R, pemilahan sampah, biopori sampah dapur, hingga Integrated Prau-Plast Station. - Rumah Bibit
Revitalisasi aset desa menjadi smart greenhouse berbasis energi terbarukan, peternakan kelinci, serta pembangkit listrik tenaga pikohidro. - Rumah Inovasi
Pusat pemberdayaan masyarakat meliputi dapur stunting, bilik konseling, perpustakaan desa, hingga aktivasi QRIS bagi UMKM.
Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa berbasis teknologi.
Solusi Tim Universitas Cenderawasih
Sementara itu, tim LESTARI dari Universitas Cenderawasih menawarkan solusi yang fokus pada penguatan lingkungan berkelanjutan dan kesehatan masyarakat.
Surabaya
Genera-Z Berbakti 2026
Bank Central Asia
Unair
Uncen
BCA
Desa Wisata
Universitas Airlangga
Universitas Cenderawasih
Meaningful
Multiangle
| Kronologi Mama Muda Dijambret di Pakis Surabaya, Kalung Senilai Rp7 Juta Raib |
|
|---|
| Alasan Menkeu Purbaya Sebut Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Tembus Rp 17.800 Gak Masuk Akal |
|
|---|
| Dukung Putusan MK Soal Keterwakilan Perempuan, PKS Jatim : Stok Kader Banyak |
|
|---|
| Pelanggaran Berat AS dan Israel yang Bikin Iran Murka, Gempur Lebanon hingga Selat Hormuz |
|
|---|
| Jembatani Pendidikan Indonesia Timur, UK Petra Luncurkan S2 Manajemen Full Online |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Genera-Z-Berbakti-2026.jpg)