Berita Viral
Alasan Menkeu Purbaya Sebut Kurs Rupiah Terhadap Dolar AS Tembus Rp 17.800 Gak Masuk Akal
Rupiah tembus Rp17.803 per dolar AS. Menkeu Purbaya menyebut pelemahan ini tak masuk akal meski ekonomi Indonesia dinilai kuat.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Rupiah ditutup melemah ke level Rp17.803 per dolar AS pada perdagangan 26 Mei 2026.
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah tidak sejalan dengan fundamental ekonomi nasional.
- Pemerintah memastikan APBN tetap aman dan belum perlu penghitungan ulang meski rupiah tertekan.
- IHSG ikut turun 1,23 persen, sementara mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS.
SURYA.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan setelah menembus level Rp17.800 per dolar AS.
Di tengah tekanan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah terjadi di luar logika fundamental ekonomi nasional yang saat ini disebut masih dalam kondisi baik.
Berdasarkan data penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026), rupiah berada di level Rp17.803 per dolar AS.
Angka itu melemah 87,9 poin atau sekitar 0,4 persen dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya.
Meski demikian, pemerintah memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih terkendali dan belum memerlukan penghitungan ulang.
Menkeu Nilai Pelemahan Rupiah Tidak Sejalan dengan Fundamental Ekonomi
Saat ditemui di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2026), Purbaya mengaku heran dengan tekanan yang dialami rupiah saat ini.
"Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini enggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental," kata Purbaya, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena umumnya pelemahan mata uang domestik sering dikaitkan dengan persoalan ekonomi makro, seperti inflasi tinggi, defisit transaksi berjalan, atau ketidakpastian fiskal.
Namun dalam kasus saat ini, pemerintah menilai indikator ekonomi Indonesia relatif stabil sehingga tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi sentimen eksternal dan pergerakan pasar global.
Pemerintah Pastikan APBN Masih Aman
Di tengah pelemahan rupiah, Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan melakukan pengujian ulang terhadap ketahanan APBN.
Menurutnya, simulasi fiskal sebelumnya sudah memasukkan berbagai skenario berat, termasuk asumsi harga minyak dunia yang tinggi.
"Ya saya stres (kalau harga minyak dunia melebihi asumsi). Nggak (ada pengujian kembali ketahanan APBN). Kita udah hitung pada waktu simulasi 100 dolar per barel, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan."
"Jadi enggak ada masalah. Saya enggak harus hitung ulang APBN-nya," tuturnya.
Pernyataan itu menunjukkan pemerintah masih percaya diri terhadap daya tahan fiskal Indonesia meski volatilitas pasar keuangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Baca juga: Alasan Menkeu Purbaya Masih Pede Rupiah Bakal Menguat Lagi Jadi Rp 15 Ribu: Gak Usah Takut
Pemerintah Klaim Modal Asing Mulai Masuk ke Pasar Obligasi
Multiangle
Meaningful
berita viral
Menkeu Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa
Rupiah Melemah
Kurs Dolar
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Nasib Ratusan Santri Padang Ati Usai Pengasuh Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Kemenag Mau Relokasi |
|
|---|
| Tabiat Bagas yang Tewas Bersama Keluarga di Wisata Temanggung, UGM dan Keraton Yogya Sampai Berduka |
|
|---|
| Imbas Viral WNI Diduga Palsukan Riset Pakai AI Demi Jalan-jalan Gratis, Ini Reaksi Mendikti dan UNY |
|
|---|
| Rekam Jejak Andre Prasetyo Anggota DPRD yang Akan Panggil Panitia Paskibraka Imbas Kasus Cathlyn |
|
|---|
| Rezeki Nomplok Cathlyn Yvaine Usai Dicoret Jadi Paskibraka Nasional, Dapat Beasiswa S1 dari INTI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Alasan-Menkeu-Purbaya-Sebut-Kurs-Rupiah-Terhadap-Dolar-AS-Tembus-Rp-17800-Gak-Masuk-Akal.jpg)