Idul Adha 2026
Reaksi DPR Soal 1.098 Ekor Sapi Kurban Prabowo Dibeli dari APBN, Singgung Presiden Sebelumnya
Polemik sapi kurban Presiden Prabowo dari APBN memicu pro-kontra. DPR menyebut wajar, sementara kritik soal etika terus bermunculan.
Penulis: Putra Dewangga Candra Seta | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- DPR menyebut penggunaan APBN untuk kurban Presiden sudah lazim dilakukan sejak era presiden sebelumnya.
- Pemerintah mengungkap pembelian 1.098 sapi kurban menghabiskan anggaran sekitar Rp100 miliar.
- Sapi kurban disebut berasal dari peternak lokal dan memiliki sertifikat kesehatan hewan.
- Kritik muncul dari PDIP yang menilai kurban merupakan ibadah personal sehingga tak layak memakai dana publik.
SURYA.co.id – Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan sapi kurban Presiden RI Prabowo Subianto memicu polemik publik menjelang Iduladha 2026.
Di tengah kritik soal penggunaan dana negara untuk ibadah kurban, Komisi XIII DPR RI justru menilai langkah tersebut sebagai praktik yang lazim dalam tradisi kenegaraan Indonesia.
Sorotan publik muncul setelah terungkap bahwa sebanyak 1.098 ekor sapi kurban Presiden dibeli menggunakan dana bantuan presiden yang bersumber dari APBN.
Nilai anggaran yang digelontorkan disebut mencapai lebih dari Rp100 miliar.
Di sisi lain, pemerintah menegaskan sapi yang dibagikan berasal dari peternak lokal dan telah memenuhi standar kesehatan hewan.
Polemik kemudian berkembang tidak hanya soal anggaran, tetapi juga menyentuh aspek etika penggunaan dana publik hingga tafsir syariat kurban.
DPR: Bantuan Kurban Presiden Sudah Lama Dilakukan
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai penggunaan APBN untuk bantuan kurban Presiden bukan hal baru dalam pemerintahan Indonesia.
"Ini hal yang biasa dalam persoalan kenegaraan. Presiden sebagai kepala negara memang memiliki anggaran yang diperuntukkan membantu masyarakat," kata Sugiat saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (27/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.
Politikus Fraksi Partai Gerindra itu menegaskan bantuan presiden kepada masyarakat selama ini tidak hanya berupa hewan kurban, tetapi juga menyasar sektor pendidikan, kesehatan, hingga fasilitas publik.
"Bukan hanya kurban. Bantuan presiden juga banyak untuk pendidikan, kesehatan, sampai fasilitas publik. Jadi jangan melihat ini seolah sesuatu yang baru," ucapnya.
Baca juga: Imbas 1.098 Ekor Sapi Kurban Prabowo Dibeli dari APBN, Dikritik Kader PDIP hingga Purbaya Bereaksi
Menurut Sugiat, program kurban Presiden sebaiknya dilihat dari sisi manfaat sosial yang diterima masyarakat saat momentum Iduladha.
"Dan kami berharap hal ini dilihat dari nilai kebermanfaatan kepada masyarakat. Dengan adanya hewan kurban ini, ada ribuan masyarakat yang terbantu khususnya di momen Iduladha ini," ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa penggunaan APBN untuk sapi kurban baru dilakukan pada era pemerintahan Prabowo.
"Penggunaan APBN untuk bantuan kurban presiden ini sudah dilakukan secara terus-menerus, bukan hanya di masa Presiden Prabowo. Presiden-presiden sebelumnya juga melakukan hal yang sama," tandasnya.
Pemerintah Ungkap Sumber Dana dan Jenis Sapi Premium
Multiangle
Meaningful
Idul Adha 2026
sapi kurban Prabowo dari APBN
sapi kurban prabowo
Sugiat Santoso
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Ada Dinosaurus di Gresik, Icon Mall Hadirkan Program Hiburan dan Pembelajaran bagi Anak |
|
|---|
| Temuan Cacing Hati di Sapi Kurban Tulungagung, DPKH Pastikan Daging Tetap Aman Dikonsumsi |
|
|---|
| BCA Syariah Salurkan Donasi Kurban di 16 Kota, Gandeng 11 Lembaga Amil Zakat |
|
|---|
| Tradisi Manten Sapi di Kecamatan Nguling Pasuruan Dijaga untuk Tarik Wisatawan ke Pasuruan |
|
|---|
| Idul Adha Penuh Kepedulian, Demokrat Jatim Salurkan Daging Kurban Langsung ke Warga |
|
|---|
