JAPFA Ungkap Fakta 10 Persen Anak Masih Malagizi, Program Gizi Diperluas
JAPFA for Kids memasuki tahun ke-18 dengan fokus edukasi gizi anak dan penanganan malagizi di Indonesia.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- JAPFA terus memperkuat program JAPFA for Kids yang fokus pada edukasi gizi dan kesehatan anak Indonesia, termasuk di Lamongan, Jawa Timur.
- Data JAPFA menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami gizi kurang dan gizi buruk, sehingga dibutuhkan kolaborasi lintas sektor.
- Program ini telah menjangkau lebih dari 201 ribu siswa dan berhasil meningkatkan status gizi ribuan anak menjadi kategori gizi baik.
SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak Indonesia melalui program JAPFA for Kids.
Memasuki tahun ke-18 pelaksanaannya, JAPFA for Kids kembali diimplementasikan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), Rabu (20/5/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam memperluas edukasi publik terkait pentingnya pemenuhan gizi dan pola hidup sehat sejak usia dini.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, mengatakan JAPFA for Kids hadir sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap tumbuh kembang anak Indonesia.
“Kami percaya bahwa membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat,” kata Rachmat saat media gathering di Surabaya pada Selasa (19/5/2026).
Masih Banyak Anak Mengalami Malagizi
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih masuk kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U).
Sementara data yang dihimpun JAPFA di tujuh lokasi pelaksanaan program pada 2024 menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami kondisi serupa.
Rachmat menilai kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang membutuhkan penanganan berkelanjutan.
“Kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu malagizi masih menjadi tantangan nyata yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Hingga 2025, JAPFA for Kids tercatat telah menjangkau:
- 201.056 siswa telah dijangkau melalui program JAPFA for Kids.
- 13.541 guru ikut terlibat dalam program edukasi gizi dan kesehatan.
- Program sudah berjalan di 1.214 sekolah di 105 kabupaten/kota dan 28 provinsi.
- Sebanyak 762 siswa pada 2024 berhasil meningkat status gizinya menjadi gizi baik.
- Pada 2025, sebanyak 646 siswa kembali mengalami peningkatan status gizi menjadi kategori baik.
Pemberian Telur hingga Pemantauan Digital
Head of Social Investment JAPFA, Retno Artsanti, menjelaskan program dijalankan melalui berbagai strategi terintegrasi.
Mulai dari pemberian protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi hingga pemantauan rutin berat dan tinggi badan melalui aplikasi digital.
“Dalam implementasinya, JAPFA for Kids menjalankan berbagai strategi terintegrasi, mulai dari pemberian asupan protein hewani berupa telur setiap hari selama enam bulan bagi siswa dengan kondisi malagizi, pemantauan rutin berat dan tinggi badan siswa melalui aplikasi digital, hingga pembiasaan perilaku hidup sehat melalui program Hari Sehat JAPFA," ujar Retno.
Selain itu, program juga dilengkapi edukasi kesehatan, pelatihan guru, pendampingan orang tua, serta monitoring berkala agar dampaknya dapat diukur secara konsisten.
Libatkan Media Lewat AKJJ 2026
Dalam kesempatan yang sama, JAPFA juga meluncurkan Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026.
JAPFA for Kids
gizi anak Indonesia
malagizi anak
JAPFA Indonesia
edukasi gizi
Surabaya
Lamongan
Meaningful
Multiangle
| Transparansi Keuangan Terjaga, PMI Lamongan Raih Predikat Tertinggi Audit WTP |
|
|---|
| HUT Ke-108 Kota Madiun Digelar 3 Bulan: Ada Konser Dewa 19, Simak Jadwalnya |
|
|---|
| Head to Head Imbang! Laga Penutup Musim Persebaya vs Persik Diprediksi Sengit |
|
|---|
| Harkitnas ke-118, Lamongan Tekankan Literasi Digital dan Kedaulatan Informasi |
|
|---|
| Siswa SMPN 1 Lamongan Persembahkan Hafalan Alquran, Para Ibu Menangis Haru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/JAPFA-for-Kidsjpg.jpg)