Perang Iran Israel
Kapal Induk Termahal AS USS Gerald R Ford Dipulangkan dari Timur Tengah Akibat Masalah Teknis
Kapal induk termahal AS, USS Gerald R Ford, dipulangkan dari Timur Tengah setelah hampir 11 bulan bertugas akibat sejumlah masalah teknis
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Ringkasan Berita:
- USS Gerald R Ford merupakan kapal perang termahal di dunia dengan biaya pembangunan US$13,3 miliar.
- Kapal mengalami gangguan teknis serius, termasuk kebakaran dan kerusakan sistem toilet vakum.
- AS tetap menyiagakan kapal induk lain di kawasan Teluk.
SURYA.CO.ID - Kapal induk termahal di dunia milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, dilaporkan telah meninggalkan kawasan Timur Tengah untuk kembali ke pangkalan asalnya.
Pemulangan ini dilakukan setelah kapal raksasa tersebut bertugas selama hampir 11 bulan di tengah ketegangan konflik dengan Iran.
Meski menyandang status sebagai alutsista dengan biaya pembangunan mencapai US$13,3 miliar (sekitar Rp200 triliun lebih).
?asa tugas USS Gerald R Ford tidak sepenuhnya berjalan mulus.
Kapal ini dilaporkan mengalami serangkaian kendala teknis yang cukup serius selama beroperasi di kawasan panas tersebut.
Gangguan Teknis
Selama menjalani misi panjangnya, USS Gerald R Ford mengalami beberapa gangguan yang menghambat kenyamanan dan operasional kru.
Masalah teknis yang menjadi sorotan utama adalah terjadinya insiden kebakaran di dalam salah satu bagian kapal.
Selain kebakaran, kapal induk termahal ini juga mengalami masalah pada sistem toilet vakum.
Gangguan pada sistem sanitasi ini dilaporkan terjadi secara berulang, yang tentu menjadi kendala besar bagi ribuan personel yang harus tinggal di dalam kapal selama berbulan-bulan di laut lepas.
Kerusakan pada sistem pembuangan di kapal sekelas USS Gerald R Ford sering kali memerlukan biaya perawatan yang sangat tinggi, yang menambah deretan panjang tantangan operasional bagi kapal induk generasi terbaru ini.
Tetap Siagakan Kapal Induk Lain di Kawasan Teluk
Meskipun USS Gerald R Ford ditarik mundur untuk menjalani perbaikan dan rotasi, militer Amerika Serikat menegaskan bahwa mereka tidak akan mengurangi kewaspadaan di Timur Tengah.
Kepulangan kapal ini tidak berarti melemahnya kekuatan militer AS dalam menghadapi potensi ancaman dari Iran.
Sebagai langkah antisipasi, militer AS tetap mengerahkan kapal induk lain untuk menjaga stabilitas dan keamanan di kawasan Teluk.
Srategi ini diambil guna memastikan bahwa jalur perdagangan internasional tetap aman dan kehadiran militer AS tetap terasa di wilayah tersebut.
Baca juga: Strategi Baru Iran untuk Tekan AS dan Negara Barat, Diklaim Bisa Tundukkan Google hingga Microsoft
Evaluasi Pasca Penugasan 11 Bulan
Perang Iran
Timur Tengah
kapal induk AS
USS Gerald R Ford
Multiangle
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
| Alasan China Kini Sepakat dengan Trump Soal Selat Hormuz, Akankah Bersama-sama Lawan Iran? |
|
|---|
| Trump Mencak-mencak Militer Iran Disebut Masih Kuat, Klaim Tak Butuh Bantuan untuk Akhiri Perang |
|
|---|
| Alasan Trump Diduga Siapkan Operasi Militer Paling Brutal, Sinyal Perang AS-Iran Bisa Pecah Lagi? |
|
|---|
| Di Balik Sikap Plin-plan Trump Soal Akhiri Perang Iran, Israel Ternyata Ketar-ketir Takut Hal Ini |
|
|---|
| Alasan Trump Tolak Proposal Damai dan Pilih Jalur Perang dengan Iran, Teheran Sudah Siap-siap |
|
|---|