Sabtu, 6 Juni 2026

Perang Iran Israel

Alasan Trump Tolak Proposal Damai dan Pilih Jalur Perang dengan Iran, Teheran Sudah Siap-siap

Trump menolak proposal damai Pakistan-China untuk Iran. Teheran siaga perang, dunia khawatir konflik Timur Tengah meledak.

Tayang:
Facebook The White House
TOLAK PROPOSAL - Foto diambil dari Facebook The White House, memperlihatkan Presiden AS Donald Trump dalam unggahan Gedung Putih pada Jumat (1/5/2026). Trump baru saja menolak proposal damai dan pilih jalan perang dengan Iran. 

Ringkasan Berita:
  • Trump menolak proposal damai Iran yang dimediasi Pakistan dan China.
  • AS menilai proposal terlalu lunak soal program nuklir Iran.
  • Iran langsung siaga militer dan mengancam balasan keras terhadap agresi AS.
  • Ketegangan di Selat Hormuz memicu kekhawatiran krisis energi global.

 

SURYA.co.id – Krisis di Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat menunjukkan titik bali baru.

Upaya diplomasi yang dimediasi Pakistan dan China untuk menghentikan eskalasi perang antara Iran dan Amerika Serikat runtuh hanya dalam hitungan jam setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal damai terbaru dari Teheran.

Proposal yang disebut sejumlah diplomat sebagai “kesepakatan satu halaman” itu sebelumnya dipuji karena dinilai mampu membuka jalur gencatan senjata terbatas di kawasan Selat Hormuz.

Namun Washington menganggap proposal tersebut tidak cukup untuk mengakhiri ancaman strategis Iran.

Tak lama setelah penolakan itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengumumkan kesiapan penuh militer Iran menghadapi segala bentuk agresi.

“Angkatan bersenjata kami siap memberikan pelajaran yang tak terlupakan terhadap setiap agresi,” tulis Ghalibaf melalui platform X pada Senin (11/5/2026), dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

KETUA PARLEMEN IRAN - Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen Iran sempat menjadi target serangan untuk proses negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran.
KETUA PARLEMEN IRAN - Mohammad Bagher Ghalibaf Ketua Parlemen Iran sempat menjadi target serangan untuk proses negosiasi antara Amerika Serikat dengan Iran. (Tribunnews.com/File Anadolu Agency)

Situasi semakin panas karena kedua pihak kini sama-sama menganggap jalur diplomasi hampir tertutup. Trump menginginkan konsesi lebih besar, sementara Iran merasa sudah memberikan batas maksimum dalam proposal yang dimediasi Islamabad dan Beijing tersebut.

Bahasa negosiasi perlahan berubah menjadi bahasa kekuatan.

Baca juga: Sosok Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran yang Ngaku Siap Hadapi Serangan AS Usai Trump Tolak Damai

Mengapa Trump Menolak?

Laporan media Israel, The Times of Israel, menyebut Trump menganggap respons terbaru Iran “sepenuhnya tidak dapat diterima”.

Penolakan itu diyakini berkaitan langsung dengan dua isu utama: program nuklir Iran dan keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Dalam proposal yang dibawa mediator Pakistan dan China, Iran disebut hanya menawarkan pembatasan terbatas terhadap aktivitas nuklirnya, tanpa komitmen pelucutan permanen.

Baca juga: Dimana Mojtaba Khamenei Ketika Trump Koar-koar? Intelijen AS Ungkap Perannya di Balik Perang Iran

Bagi Trump, skema itu dinilai terlalu lunak dan berisiko mengulang pola perjanjian lama yang selama ini ia kritik.

Trump juga disebut tidak puas karena proposal tersebut tidak memberikan kompensasi strategis atas insiden baku tembak dan gangguan pelayaran di Hormuz beberapa waktu terakhir.

Sumber diplomatik menilai Gedung Putih kini tidak lagi sekadar mengejar gencatan senjata.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved