Sabtu, 9 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melonjak, Tiga Sektor Ini Jadi Penopang Utama

Ekonomi Jatim tumbuh 5,96%, industri, perdagangan, dan pertanian jadi motor utama!

Tayang:
Penulis: Fathia Yasmin | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
TUMBUH PESAT - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur dengan capaian ekonomi Jatim yang tumbuh aktif di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian. 

Ringkasan Berita:
  • Ekonomi Jatim naik 5,96 persen YoY, tertinggi se-Jawa.
  • Sektor industri, perdagangan, dan pertanian menopang pertumbuhan.
  • Konsumsi pemerintah dan pariwisata dorong ekonomi lebih kuat.

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Ekonomi Jawa Timur di Triwulan I Tahun 2026 tumbuh sebesar 5,96 persen secara year on year.  

Sementara secara quarter-to-quarter ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 1,25 persen dibandingkan Triwulan IV Tahun 2025.

Angka ini mencatatkan Jatim sebagai penyumbang ekonomi terbesar kedua di Indonesia sebesar 14,40 persen.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengaku bersyukur dengan capaian ekonomi Jatim yang tumbuh aktif di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Ekonomi Jatim Melampaui Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Terutama tak hanya melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, akan tetapi capaian tersebut juga menunjukkan kuatnya ekonomi Jawa Timur yang terus bergerak produktif di berbagai sektor strategis.

Baca juga: 7 Rekomendasi Kunci, Strategi Jaga Ekonomi Jatim Tumbuh di Tengah Geopolitik Memanas 

“Alhamdulillah, di tengah tantangan global yang masih dinamis, ekonomi Jawa Timur mampu tumbuh tertinggi se-Jawa dan melampaui nasional. Ini patut kita syukuri sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat fondasi ekonomi daerah,” ujar Khofifah, Kamis (7/5/2026). 

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga akselerasi aktivitas ekonomi masyarakat, memperkuat daya beli, serta mendorong produktivitas sektor-sektor strategis.

Struktur utama ekonomi Jawa Timur ditopang oleh tiga sektor utama, yaitu industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan sebesar 18,77 persen, dan pertanian sebesar 10,51 persen. 

Jawa Timur juga tercatat sebagai penyumbang terbesar kedua setelah DKI Jakarta  terhadap perekonomian Pulau Jawa sebesar 25,16 persen serta kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sebesar 14,40 persen.

Baca juga: Khofifah: Strategi Ekonomi Jatim Hadapi Dinamika Global Fokus pada Pangan

Berdasarkan lapangan usaha, pertumbuhan tertinggi pada Triwulan I Tahun 2026 terjadi pada sektor jasa lainnya yang tumbuh sebesar 13,44 persen.

Pertumbuhan tersebut didorong meningkatnya aktivitas rekreasi dan pariwisata sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Selain itu, sektor akomodasi dan makan minum juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, antara lain didorong pelaksanaan Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sementara berdasarkan komponen pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada konsumsi pemerintah yang tumbuh sebesar 20,33 persen. 

Hal tersebut didorong peningkatan realisasi belanja pegawai melalui pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) ASN Tahun 2026, serta peningkatan belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada masyarakat, termasuk melalui Program MBG.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, Pemprov Jawa Timur terus memperkuat berbagai strategi pengendalian inflasi dan menjaga daya beli masyarakat melalui pasar murah dan stabilisasi pasokan pangan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved