Jumat, 8 Mei 2026

Berita Viral

Alasan Gubernur Kaltim Rudy Masud Tak Keluar Saat Demo Ricuh 21 April: Kalau Saya Dilempar Gimana?

Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud buka suara soal demo ricuh 21 April. Sejak awal ia mengaku tak ingin ada kerumunan massa.

Tayang:
Tribunnews.com
DEMO RICUH - Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/11/2025). Rudy mengungkap alasannya tak keluar temui pendemo. 

Ringkasan Berita:
  • Rudy Mas'ud akui menyaksikan langsung demo ricuh dari dalam kantor
  • Kerumunan massa sejak awal dinilai berisiko picu gesekan dan gangguan keamanan
  • Tawaran dialog perwakilan disebut sudah diberikan namun ditolak massa
  • Stabilitas Kaltim sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara jadi alasan utama sikap gubernur

 

SURYA.co.id – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 di Kalimantan Timur justru diwarnai ketegangan.

Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Kaltim menggelar demonstrasi di Kantor Gubernur, Samarinda.

Namun aksi tersebut berujung ricuh.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, akhirnya buka suara.

Ia mengaku menyaksikan langsung jalannya aksi dari dalam kantor dan menilai kericuhan itu sebagai situasi yang sejak awal ingin ia hindari.

Dengan nada tegas, Rudy menegaskan bahwa kerumunan massa dalam skala besar di tengah situasi sensitif memang berisiko tinggi memicu gesekan.

Detik-detik Kericuhan di Mata Gubernur

POLEMIK MOBIL DINAS - Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud ditemui usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gelanggang Olahraga Kadrie Oening, Samarinda, Minggu (17/8/2025). Rudy baru-baru ini memberikan tanggapan santai terkait polemik mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar.
POLEMIK MOBIL DINAS - Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud ditemui usai upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Gelanggang Olahraga Kadrie Oening, Samarinda, Minggu (17/8/2025). Rudy baru-baru ini memberikan tanggapan santai terkait polemik mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. (Tribunnews.com)

Rudy Mas’ud mengungkapkan, ia melihat langsung momen ketika situasi aksi berubah tidak kondusif.

Dari dalam kantor gubernur, ia menyaksikan lemparan botol air mineral hingga batu dari trotoar yang diarahkan ke aparat keamanan.

"Menurut saya ini yang tidak cocok. Bapak Ibu bisa membayangkan kalau saya ada di tengah-tengah situ terus dilempar begitu gimana?," katanya, Kamis (23/4/2026) malam, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Kericuhan pecah setelah massa bertahan melewati batas waktu yang diimbau aparat, yakni pukul 18.00 WITA.

Situasi yang memanas membuat aparat akhirnya membubarkan massa.

Kapolda Kalimantan Timur, Endar Priantoro, memastikan bahwa gubernur memang berada di dalam gedung saat aksi berlangsung.

“Gubernur ada tadi di kantor, tapi memang tidak menerima mereka untuk audiensi,” ujarnya.

Alasan Kunci: Menghindari Skenario Terburuk

Bagi Rudy Mas’ud, keputusan untuk tidak menemui massa bukan tanpa alasan. Ia menegaskan sejak awal tidak menginginkan adanya kerumunan besar.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved