Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Viral

Rekam Jejak Hendropriyono, Eks Kepala BIN yang Bantah Kabar Seskab Teddy Ditampar Panglima Kopassus

AM Hendropriyono, Mantan Kepala BIN membantah kabar liar yang menyebut Seskab Teddy Indra Wijaya ditampar jenderal Kopassus.

Tayang:
Editor: Musahadah
Tribunnews.com/Fransiskus Adhiyuda
BANTAH - Sosok Hendropriyono, mantan Kepala BIN yang bantah kabar Seskab Teddy Indra Wijaya ditampar panglima Kopassus. 

Ringkasan Berita:
  • AM Hendropriyono, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) membantah kabar liar yang menyebut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ditampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi.
  • Menurut Hendro, di lingkungan profesional yang penuh kehormatan, tidak mungkin hal itu terjadi. 
  • Sebelumnya, kabar ini viral di media sosial dan mendapat sorotan luas. 
 

 

SURYA.CO.ID - Inilah sosok Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang bereaksi terkait kabar liar yang menyebut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya ditampar oleh Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus), Letjen TNI Djon Afriandi.

Kabar ini sempat viral di medias sosial hingga memicu sorotan luas. 

Hendropriyono memastikan kabar itu tidak benar alias hoax.

Tokoh intelijen dan terkemuka untuk kalangan Korps Baret Merah alias Kopassus ini menyatakan, isu kejadian penamparan tidak pernah terjadi di lingkungan kerja pemerintahan.

"Itu informasi nggak bener itu. Kita lagi zaman begini mesti ngerti dong, itu kan hoaks itu. Enggak bener, enggak pernah ada kejadian seperti itu, enggak pernah.," kata Hendropriyono dikutip dari unggahan video akun Instagram pribadinya @amhendropriyono.

Baca juga: Rekam Jejak A.M Hendropriyono yang Klaim Tahu Dalang Demo DPR Dibubarkan, Pendiri Sekolah Intelijen

Menurut mertua mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Andika Perkasa ini, tidak mungkin tindakan itu terjadi di lingkungan yang penuh kehormatan. 

"Saya kira kita semua paham ya, bahwa dalam lingkungan yang profesional dan penuh kehormatan, tidak mungkin terjadi tindakan seperti itu. Enggak bener," ungkapnya. 

Sebelumnya, pihak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) secara tegas membantah seluruh tudingan yang beredar. 

Melalui keterangan resmi, Kopassus menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak memiliki dasar fakta dan dikategorikan sebagai hoaks.

"Hoaks," demikian yang tertulis di akun Penerangan Kopassus dan dikutip pada Selasa (21/4/2026).

Kopassus menyebut narasi tersebut muncul dari sumber yang tidak jelas dan tidak dapat diverifikasi. 

 Bahkan, informasi yang berkembang dinilai cenderung bersifat spekulatif serta tidak didukung bukti konkret mengenai peristiwa yang dituduhkan.

Kopassus turut mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika bersumber dari media sosial. 

Penyebaran kabar yang tidak akurat dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved