Sabtu, 9 Mei 2026

Perang Iran Israel

Alasan Iran Akhirnya Mau Buka Selat Hormuz, Netanyahu Terpaksa Turuti Trump untuk Gencatan Senjata?

Selat Hormuz dibuka, tapi ancaman Israel masih membayangi. Manuver Netanyahu berpotensi picu konflik baru dan lonjakan harga minyak global.

Tayang:
HO/IST/dok. Roland Berger
SELAT DIBUKA - Ilustrasi Selat Hormuz. Iran akhirnya mau membuka Selat Hormuz. Setelah Netanyahu bersedia melakukan gencatan senjata. 

Ringkasan Berita:
  • Iran buka Selat Hormuz usai gencatan senjata
  • Netanyahu tetap siaga, sinyal konflik belum usai
  • Risiko serangan Israel picu “Black Swan” global
  • AS dan China hadapi tekanan jaga stabilitas energi

 

SURYA.co.id – Dunia sempat bernapas lega ketika Iran mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat (17/4/2026).

Jalur strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak global itu kembali beroperasi, menyusul gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur tersebut kini terbuka bagi seluruh kapal komersial selama periode gencatan senjata.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata,” tulisnya, dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Namun, di saat optimisme global menguat, sinyal berbeda justru muncul dari Tel Aviv.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebelumnya menegaskan bahwa kesepakatan bukan berarti penghentian total operasi militer.

Pertanyaannya kini mengemuka: apakah pembukaan Selat Hormuz benar-benar menandai stabilitas baru, atau hanya ketenangan sebelum badai yang lebih besar?

Artikel ini membedah potensi “bom waktu” di balik kesepakatan damai, termasuk skenario ekstrem yang dapat kembali mengguncang harga energi dunia dalam hitungan jam.

Dilema Netanyahu di Tengah “The Great Deal”

ADIK NETANYAHU TEWAS - Foto PM Israel Benjamin Netanyahu yang diambil dari Facebook GPO, Kamis (2/10/2025), Adiknya, Iddo Netanyahu baru-baru ini dikabarkan tewas kena serangan rudal Iran.
ADIK NETANYAHU TEWAS - Foto PM Israel Benjamin Netanyahu yang diambil dari Facebook GPO, Kamis (2/10/2025), Adiknya, Iddo Netanyahu baru-baru ini dikabarkan tewas kena serangan rudal Iran. (Facebook GPO)

Kesepakatan gencatan senjata yang diumumkan Presiden AS, Donald Trump, menjadi bagian dari manuver geopolitik yang lebih luas, melibatkan stabilisasi kawasan dan kepentingan ekonomi global.

Namun bagi Netanyahu, situasi ini menciptakan dilema strategis.

Di satu sisi, dunia melihat pembukaan Selat Hormuz sebagai kemenangan diplomasi dan ekonomi.

Di sisi lain, Israel memandang langkah tersebut sebagai ancaman laten, karena Iran tetap memiliki kapasitas militernya, termasuk program nuklir yang selama ini menjadi perhatian utama Tel Aviv.

Paradoks pun muncul, stabilitas global justru bisa dipersepsikan sebagai kerentanan keamanan bagi Israel.

Sikap keras Netanyahu yang menolak menarik pasukan dari wilayah konflik memperkuat kesan bahwa Israel tidak sepenuhnya sejalan dengan arah diplomasi Washington.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved