Jumat, 8 Mei 2026

Haji 2026

Penyebab 15 CJH Sumenep Batal Pergi Haji, 5 Meninggal, Mayoritas Risti Butuh Pengawasan Khusus

15 calon jemaah haji Sumenep batal berangkat, mayoritas lansia dan berisiko tinggi, pengawasan ekstra siap.

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
BATAL BERANGKAT - 15 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Madura dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pembatalan tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari meninggal dunia, kondisi kesehatan yang menurun, hingga alasan pendamping. 

Ringkasan Berita:
  • 15 CJH Sumenep batal haji, 5 meninggal, mayoritas lansia dan berisiko tinggi.
  • Mayoritas jemaah Sumenep kategori risti, batal berangkat dan pengawasan kesehatan diperketat.
  • Kesehatan menjadi perhatian utama, 60 persen CJH Sumenep lansia atau punya penyakit komorbid.

 

SURYA.CO.ID  SUMENEP - Sebanyak 15 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Sumenep, Madura dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Pembatalan tersebut dipicu berbagai faktor, mulai dari meninggal dunia, kondisi kesehatan yang menurun, hingga alasan pendamping.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumenep, Ahmad Halimy mengungkapkan bahwa lima dari total CJH yang batal berangkat dilaporkan telah meninggal dunia.

"Yang meninggal 5 orang dan yang lainnya ada yang batal berangkat karena kondisi kesehatan. Selain itu ada juga yang batal berangkat karena pasangannya meninggal. Ini biasanya sangat mempengaruhi kondisi kesiapan calon jemaah," tutur Halimy pada Selasa (14/4/2026).

Potensi Bertambah Verifikasi Masih Berlangsung 

Menurutnya, jumlah pembatalan tersebut masih berpotensi bertambah. Sebab, proses verifikasi akhir calon jemaah masih terus berlangsung hingga mendekati jadwal keberangkatan ke embarkasi.

Baca juga: Tips Aman Menunda Haid Bagi Calon Jamaah Haji, Konsultasi Medis Sangat Dianjurkan 

Ia menegaskan bahwa kondisi seperti sakit, wafat, maupun kendala lain memang sulit diprediksi sejak awal.

"Yang namanya sakit, ajal, atau halangan lain tidak ada yang bisa memprediksi. Tapi kami berharap para calon jemaah yang sudah mendaftar bisa mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental," jelasnya.

Di sisi lain, kondisi kesehatan jemaah haji Sumenep tahun ini menjadi perhatian serius.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, mayoritas calon jemaah masuk dalam kategori risiko tinggi (risti).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri menyebutkan dari total 1.343 CJH, sebanyak 805 orang atau sekitar 60 persen tergolong risti.

Baca juga: Tiket Dan Paspor Jemaah Dijamin Aman, Langsung Diterimakan di Asrama Haji

"Yang termasuk risti ini adalah jemaah lanjut usia, kemudian jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung," terangnya.

Tingginya jumlah jemaah risti ini membuat tim kesehatan haji menyiapkan pengawasan khusus.

Fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan, terutama penyakit komorbid, secara berkala agar tetap stabil hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Syamsuri memastikan, bahwa jemaah dengan kategori risti akan mendapatkan perhatian lebih dari petugas medis yang mendampingi di setiap kelompok terbang (kloter). Ali Hafidz Syahbana

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved