Jumat, 10 April 2026

Berita Viral

Ancaman Trump Mau Menghancurkan Iran dalam Semalam Dinilai Cuma Gertakan, Pakar: AS Pasti Berhitung

Ultimatum atau ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trum yang akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, ditanggapi pesimis sejumlah pihak. 

Editor: Musahadah

Ringkasan Berita:
  • Ultimatum atau ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trum yang akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, ditanggapi pesimis sejumlah pihak.
  • Trump mengancam akan meluluhtantakkan Iran dalam waktu singkat, jika negara itu tidak memenuhi tuntutan Washington. 
  • Pakar HI Unpad, Dina Sulaeman menilai ultimatum Trump itu cuma gertakan kalau mau menyerang besar-besaran. 
 

 

SURYA.CO.ID - Ultimatum atau ancaman Presiden Amerika Serikat, Donald Trum yang akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, ditanggapi pesimis sejumlah pihak. 

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026), Trump mengancam akan meluluhtantakkan Iran dalam waktu singkat, jika negara itu tidak memenuhi tuntutan Washington. 

Ia juga menepis tuduhan bahwa langkah tersebut bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Seluruh negara itu bisa dilenyapkan dalam satu malam, dan itu bisa jadi besok malam,” ujar Trump, dikutip AFP.

Trump menegaskan bahwa Iran harus menyepakati perjanjian yang mencakup “kebebasan lalu lintas minyak” di Selat Hormuz.

Baca juga: Gara-gara Ambisi Trump Serang Iran, Anggaran Militer Amerika Membengkak, Pertama Kali dalam Sejarah

Jika tidak, ia memperingatkan akan ada “penghancuran total, dan itu akan terjadi dalam periode empat jam.”

“Setiap jembatan di Iran akan dihancurkan pada pukul 12 malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah bisa digunakan lagi,” lanjutnya.

Menandingi langkah Iran, Trump juga mengungkapkan tengah mempertimbangkan rencana untuk mengenakan tarif bagi kapal yang melintas membawa minyak di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Pernyataan keras Trump muncul hanya beberapa jam setelah ia menyebut proposal gencatan senjata dengan Iran sebagai “langkah yang sangat signifikan.”

“Itu belum cukup baik, tetapi itu adalah langkah yang sangat signifikan,” kata Trump kepada wartawan.

Namun, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah menolak usulan gencatan senjata tersebut, yang mereka sebut sebagai “proposal Amerika.”

Sejumlah negara kini berupaya mencari solusi diplomatik untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 38 hari.

Pakar: Kalau Besar-besaran Itu Gertakan

Menanggapi ultimatum Trump, Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Padjajaran (Unpad) Dina Sulaeman mengatakan...

Dikatakan Dina, tanpa ada ultimatum itu pun sebenarnya Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan ke Iran sampai hari ini.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved