Selasa, 28 April 2026

Berita Viral

Usulkan Realokasi Anggaran Program Sementara Imbas Perang di Iran, Inilah Sosok Prof Telisa Aulia

Ekonom UI Telisa Aulia Falianty usul realokasi anggaran program MBG untuk subsidi BBM di tengah ancaman krisis global dunia kini.

|
Dok Prokopim Ponorogo
DIALIHKAN - Para siswa di SMPN 2 Ponorogo, saat menikmati MBG beberapa waktu lalu. Ekonom UI Prof Telisa Aulia mengusulkan dan dananya dialihkan untuk subsidi BBM. 

Catatan Redaksi: Artikel ini sudah mengalami perubahan judul dan substansi menyesuaikan pernyataan dari narasumber sebelumnya.

Ringkasan Berita:
  • Telisa Aulia Falianty mendorong realokasi anggaran pemerintah untuk memperkuat subsidi BBM
  • Subsidi atau kenaikan harga BBM diminta menjadi opsi terakhir demi menjaga APBN
  • Kebijakan WFH dinilai bisa menekan konsumsi BBM jika diawasi ketat
  • Krisis energi global akibat penutupan Selat Hormuz mulai memicu kenaikan harga BBM di Asia Tenggara

SURYA.co.id – Akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Telisa Aulia Falianty, mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian anggaran guna menjaga stabilitas sektor energi nasional, khususnya terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM)

Menurutnya, pemerintah dapat mempertimbangkan realokasi dari program-program besar yang saat ini menyerap anggaran signifikan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), untuk sementara waktu dialihkan ke kebutuhan energi.

"Nah program prioritas yang ada, yang besar-besar, itu memang harus lebih dikaji mana yang lebih bisa direalokasi. Walaupun tidak semua, mungkin sepuluh persennya saja yang direalokasi. Artinya tidak mengganggu kepada tujuan prioritas nasional," ujarnya dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Subsidi BBM Jadi Opsi Terakhir, APBN Harus Dijaga

HARGA MINYAK TURUN - Foto ilustrasi SPBU Pertamina. Harga minyak dunia kini anjlok 5 persen imbas wacana negosiasi Donald Trump dan Iran. Akankah berpengaruh ke harga BBM?
HARGA MINYAK TURUN - Foto ilustrasi SPBU Pertamina. Harga minyak dunia kini anjlok 5 persen imbas wacana negosiasi Donald Trump dan Iran. Akankah berpengaruh ke harga BBM? (tribunnews)

Telisa menegaskan bahwa langkah menaikkan subsidi BBM sebaiknya menjadi pilihan terakhir.

Pemerintah diminta terlebih dahulu mengoptimalkan berbagai opsi kebijakan lain demi menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia menekankan pentingnya mencari solusi kompromi agar kebijakan fiskal tetap berjalan seimbang tanpa membebani salah satu sektor secara berlebihan.

"Jadi harus ketemu win-win-nya. Soalnya kalau yang ini nggak mau ngalah, itu nggak mau ngalah, ya susah juga kan, sedangkan kita tetap harus menyelamatkan APBN kita," ucap dia.

"Harapannya ini temporer sehingga opsi menaikkan harga, sekali lagi, adalah opsi yang terakhir kalau saya lihat seperti itu sih," tandas Telisa.

Wacana WFH Dinilai Efektif, Asal Diawasi Ketat

Selain soal subsidi, Telisa juga menyoroti rencana pemerintah yang akan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) untuk menekan konsumsi BBM.

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi efektif, namun harus disertai pengawasan yang ketat.

"Harus ada pengawasan (kebijakan WFH tersebut)," kata dia.

Menurutnya, tanpa pengawasan yang jelas, kebijakan WFH justru berisiko tidak mencapai tujuan.

Masyarakat bisa saja memanfaatkan waktu bekerja dari rumah untuk bepergian, sehingga konsumsi BBM tidak berkurang.

"Karena bisa jadi (karena) WFH ada possibility liburan, wisata, jalan-jalan sama aja tidak hemat BBM," ucap dia.

Tekanan Global: Penutupan Selat Hormuz Picu Kenaikan Harga BBM

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved