Sabtu, 9 Mei 2026

Amerika Serikat Dikabarkan Tambah 2.200 Pasukan ke Timur Tengah, Ada Spekulasi Perang Darat di Iran?

AS kerahkan ribuan Marinir ke Timur Tengah. Trump beri sinyal perang bisa diakhiri lebih cepat jika target utama tercapai.

Tayang:
Editor: Adrianus Adhi
istimewa/HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni
OPERASI AMFIBI - Kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) saat menurunkan peralatan tempur dalam sebuah misi. Unit Marinir AS dilaporkan dikerahkan untuk melaksanakan operasi amfibi di Timur Tengah di tengah konflik terbuka negara tersebut melawan Iran. 
Ringkasan Berita:
  • AS kerahkan 2.200 Marinir tambahan, total hampir 9.000 personel di Timur Tengah.
  • Iran serang LNG Qatar, ekspor turun 17 persen, harga minyak melonjak hingga 119 dolar per barel.
  • Trump beri sinyal perang bisa diakhiri lebih cepat jika target utama tercapai.

SURYA.co.id - Amerika Serikat dikabarkan mengerahkan ribuan Marinir tambahan ke Timur Tengah, dan memicu spekulasi operasi darat terhadap Iran.

Sejumlah pemberitaan media asing, AS dikabarkan mengirim lebih dari 2.200 Marinir tambahan menggunakan tiga kapal perang Angkatan Laut: USS Boxer, USS Comstock, dan USS Portland. Kapal-kapal ini membawa Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-11.

Perjalanan dari Pasifik diperkirakan memakan waktu dua minggu sebelum tiba di Timur Tengah. Tugas spesifik pasukan belum dijelaskan kepada publik.

Jika bergabung dengan MEU ke-31 yang sudah diperintahkan bergerak sebelumnya, total kekuatan tambahan AS mencapai hampir 9.000 personel.

MEU memiliki elemen pasukan darat, logistik, dan unit penerbangan tempur, sehingga memungkinkan operasi darat di sepanjang garis pantai Iran.

Eskalasi militer AS ini diduga dipicu serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di Qatar.

Teheran menyerang terminal LNG Ras Laffan, fasilitas ekspor gas alam cair terbesar di dunia.

Baca juga: Donald Trump Pertimbangkan Akhiri Operasi Militer Setelah Buat Iran Porak Poranda

Serangan ini merusak kapasitas ekspor LNG Qatar hingga 17 persen dan memicu lonjakan harga minyak mentah global mencapai 119 dolar AS per barel.

QatarEnergy memperkirakan perbaikan fasilitas bisa memakan waktu hingga lima tahun dengan kerugian pendapatan mencapai 20 miliar dolar AS per tahun.

Jika konflik darat benar-benar terjadi, dampaknya diprediksi mendorong ekonomi global ke jurang resesi.

Di Amerika Serikat sendiri, harga bahan bakar melonjak hampir 1 dolar dalam sebulan terakhir, mengancam biaya logistik makanan dan kebutuhan pokok.

Sinyal Pengakhiran Perang Lebih Cepat

Meski pengerahan pasukan terus dilakukan, Trump memberi sinyal bahwa perang bisa diakhiri lebih cepat.

Ia menegaskan target utama operasi militer AS hampir tercapai, termasuk melumpuhkan rudal Iran, menghancurkan kekuatan militer, mencegah kemampuan nuklir, dan melindungi sekutu di Timur Tengah.

Trump menyatakan jika ancaman Iran sudah hilang, maka operasi besar tidak diperlukan lagi. “Kami sudah sangat dekat untuk memenuhi target kami saat kami mempertimbangkan untuk menyudahi upaya militer besar kami di Timur Tengah terkait Iran,” tulisnya di Truth Social.

Pernyataan ini membuka kemungkinan AS menarik diri lebih cepat dari konflik, meski situasi di lapangan masih memanas.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved