Mendongeng Bersama Anak, Bunda Rini: Kosakata dan Imajinasi Mereka Melejit
Rini Indriani ajak orang tua Surabaya mendongeng, perkuat karakter dan kedekatan anak.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Wiwit Purwanto
Ringkasan Berita:
- Program CERIA dorong orang tua rutin mendongeng demi literasi keluarga.
- Mendongeng sederhana bangun interaksi, kosakata, dan imajinasi anak.
- Pemkot Surabaya siap perluas program ke kecamatan dan kelurahan
SURYA.CO.ID SURABAYA – Bunda Literasi Surabaya Rini Indriani terus menunjukkan kepeduliannya terhadap tumbuh kembang anak dan penguatan keluarga di Kota Pahlawan.
Melalui program Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini Itu Asyik (CERIA), ia mengajak para orang tua, termasuk para ayah, untuk kembali membangun kebiasaan sederhana namun berdampak besar, yaitu mendongeng kepada anak di rumah.
Program ini digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya sebagai upaya memperkuat budaya literasi keluarga.
Tidak hanya berupa ajakan, kegiatan CERIA juga diisi berbagai pelatihan mendongeng, praktik langsung, hingga pendampingan.
Tujuannya agar orang tua lebih percaya diri dalam membangun interaksi dengan anak melalui cerita.
Baca juga: Mahasiswa UMSurabaya Dorong Literasi Anak Tenggilis Mejoyo Lewat Buku Dongeng dan Kelas Bilingual
Rini Indriani menegaskan bahwa literasi tidak hanya berada di ruang kelas atau perpustakaan, melainkan harus hidup dalam keseharian keluarga.
Bangun Kedekatan Emosional Orangtua dan Anak
Ketua TP PKK Surabaya ini juga menekankan bahwa mendongeng merupakan cara sederhana namun efektif untuk membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak.
“Jadi literasi itu kan dibangun mulai usia dini dan literasi itu bisa dilakukan oleh semua orang sebenarnya,” kata Bunda Rini saat membuka jalannya acara.
“Contohnya dengan mendongeng. Ketika dilakukan oleh ibu atau ayah, anak tidak hanya punya kosakata yang banyak dan imajinasi yang luas, tapi juga bisa membangun bonding dengan orang tua,” ujar Rini melanjutkan.
Ia menjelaskan, momen mendongeng bukan sekadar aktivitas bercerita, tetapi juga menjadi ruang komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak.
Baca juga: Momentum Hardiknas 2026: Revitalisasi Kampung Ilmu Surabaya Menjadi Taman Literasi Modern
Dari sana tercipta interaksi, perhatian, hingga sentuhan emosional yang memperkuat hubungan keluarga.
“Pada saat cerita itu kan ada komunikasi, ada interaksi, ada sentuhan yang dilakukan orang tua kepada anak-anak. Ini sederhana dan tidak membutuhkan uang banyak, hanya membutuhkan waktu untuk bisa bercerita kepada anak-anak,” jelas ini dua anak ini.
Rini juga mengapresiasi antusiasme orang tua di Surabaya, khususnya para ibu muda yang mulai aktif mengikuti kegiatan literasi keluarga.
Menurutnya, hal ini menjadi tanda positif bahwa kesadaran membangun karakter anak sejak dini mulai tumbuh.
| 10 Nama Malaikat dan Tugasnya dalam Islam, Wajib Diketahui Umat Islam |
|
|---|
| Kinerja Moncer Aset Bank Jatim Tembus Rp 168 Triliun, Dividen Meningkat |
|
|---|
| Pemprov Jatim Buka Formasi Guru 2026, Siap Gantikan Ribuan ASN Pensiun |
|
|---|
| Anak Harimau Benggala Putih Langka Lahir di Taman Safari Indonesia Prigen, Total Ada 3 Anakan |
|
|---|
| Obama Bongkar Rahasia: Netanyahu Sudah Lama Desak Amerika Serikat Serang Iran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dongeng-bunda-eri.jpg)