Rabu, 6 Mei 2026

Bandeng Kawak 19 Kg Jadi Juara Pasar Bandeng Gresik, Terjual Rp50 Juta

Bandeng kawak 19 kg budidaya 18 tahun jadi juara Pasar Bandeng Gresik dan terjual Rp50 juta.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Willy Abraham
KONTES  BANDENG  - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama forkopimda menunjukkan bandeng kawak di Bandar Grissee, Senin (16/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Bandeng kawak 19 kg dari Ujungpangkah juarai kontes Pasar Bandeng Gresik dan dilelang Rp50 juta.
  • Bandeng kawak 19 kg budidaya 17–18 tahun pecahkan rekor kontes Pasar Bandeng Gresik.
  • Pasar Bandeng Gresik meriah, warga padati acara lelang bandeng hingga makan gratis.

 

SURYA.co.id Gresik - Tradisi Pasar Bandeng Gresik terus dilestarikan di Kabupaten Gresik. Dalam gelaran kontes dan lelang bandeng kawak di kawasan Bandar Grissee, Senin (16/3/2026) malam, seekor bandeng kawak seberat 19 kilogram dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah tampil menjadi pemenang.

Bandeng kawak itu milik sang juara bertahan, Syaifullah Mahdi. Tidak hanya menjadi juara pertama, tetapi juga mencatat rekor baru dalam kontes bandeng kawak Gresik.

Bandeng berukuran jumbo dengan panjang 114 sentimeter itu dibudidayakan selama kurang lebih 17 hingga 18 tahun. Pada sesi lelang, bandeng juara tersebut dibeli oleh Petrokimia Gresik dengan nilai Rp50 juta, menjadikannya salah satu momen yang paling menyedot perhatian warga malam itu.

Identitas Budaya Masyarakat Gresik

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Pasar Bandeng bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Lebaran, melainkan bagian dari identitas budaya yang terus hidup dan dijaga masyarakat Gresik.

Baca juga: Pasar Bandeng Hingga Pencak Macan Gresik Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

“Banyak budaya yang alhamdulillah satu per satu kami arsipkan dan juga kami lestarikan. Mulai dari Rebo Wekasan di Manyar, Malam Selawe di Kebomas, hingga Festival Bandeng Kawak yang hari ini kita rayakan melalui Pasar Bandeng. Ini adalah tradisi budaya yang terus kita jaga,” kata Bupati Yani.

Orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini menjelaskan, tradisi seperti Pasar Bandeng tidak hanya penting sebagai warisan budaya, tetapi juga membawa dampak nyata bagi masyarakat.

“Festival-festival budaya ini punya multiplier effect, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Mudah-mudahan identitas Kabupaten Gresik terus terjaga. Kalau ingat bandeng, ya pasti ingat Kabupaten Gresik,” tegasnya.

Bupati Yani juga menyoroti sektor perikanan sebagai salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi daerah. 

Baca juga: Kontes Lele Lamongan atau Kolela Digelar Perdana Sore Ini, Tak Kalah Seru dari Lelang Bandeng Gresik

Karena itu, dukungan terhadap para petambak terus diperkuat, salah satunya melalui distribusi 9.825 ton pupuk bersubsidi untuk budidaya tambak di Kabupaten Gresik. 

Pupuk tersebut terdiri dari urea, SP-36, dan pupuk organik, dengan harga sekitar Rp1.800 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang hampir menyentuh Rp10.000 per kilogram.

“Selamat buat para petani tambak. Mudah-mudahan ini menjadi spirit dan motivasi agar terus membudidayakan bandeng yang ada di Kabupaten Gresik,” tandasnya.

Daftar Juara Kontes Bandeng Kawak :

Dalam kontes tahun ini, juara ketiga diraih Zainul Abidin dari Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, dengan bandeng berbobot 8 kilogram dan panjang 90 sentimeter.

Juara kedua diraih Askin dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 14 kilogram dan panjang 100 sentimeter. 

Sementara juara pertama diraih Syaifullah Mahdi dari Desa Pangkahwetan, Kecamatan Ujungpangkah, dengan bandeng berbobot 19 kilogram dan panjang 114 sentimeter.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved