Selasa, 21 April 2026

Mudik Lebaran 2026

Bandara Banyuwangi Siap Hadapi Mudik Lebaran, 7.175 Penumpang Diprediksi Terbang

Bandara Banyuwangi memprediksi 7.175 penumpang gunakan penerbangan saat angkutan Lebaran 2026.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Aflahul Abidin
PERSIAPAN BANDARA - Persiapan Bandara Banyuwangi dalam menyambut angkutan Lebaran 2026. Sebanyak 7.175 penumpang diprediksi akan mudik-balik menggunakan angkutan udara via Bandara Banyuwangi selama angkutan Lebaran 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Bandara Banyuwangi prediksi 7.175 penumpang selama angkutan Lebaran.
  • Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret atau H-3 Lebaran.
  • Sebanyak 66 personel disiagakan untuk mendukung kelancaran operasional

 

SURYA.co.id Banyuwangi - Sebanyak 7.175 penumpang diprediksi akan mudik-balik menggunakan angkutan udara via Bandara Banyuwangi selama angkutan Lebaran 2026. Angkutan Lebaran akan berlangsung selama 18 hari mulai 13 hingga 30 Maret.

General Manager Bandara Banyuwangi Mohamad Holik Muardi mengatakan, puncak arus mudik di Bandara Banyuwangi diprakirakan berlangsung pada 18 Maret atau H-3 Lebaran. Prediksi penumpang pada puncak arus mudik diprakirakan mencapai 532 penumpang.

Puncak Arus Mudik dan Balik

Sementara puncak arus balik diprediksi akan berlangsung pada 29 Maret atau H+7 Lebaran. Total penumpang yang akan memanfaatkan penerbangan via Bandara Banyuwangi diprediksi sekitar 576 orang.

“Bandara Internasional Banyuwangi optimistis dapat mendukung mobilitas masyarakat selama periode Lebaran 2026 sekaligus menjaga kualitas layanan sesuai standar operasional serta prinsip service excellence,” kata Holik, Jumat (13/3/2026).

Untuk mendukung angkutan Lebaran, ia menyebut, Bandara Banyuwangi telah mempersiapkan berbagai hal untuk memastikan operasional penerbangan berjalan aman, tertib, dan lancar.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026: Arus Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Meningkat

Persiapan tersebut meliputi optimalisasi fasilitas sisi udara (airside) dan sisi darat (landside). Termasuk juga peningkatan pengawasan keamanan dan keselamatan penerbangan.

"Juga penguatan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan meliputi maskapai, TNI/Polri, AirNav Indonesia, perusahaan ground handling, serta instansi terkait lainnya," sambungnya.

Holik menyebut, periode angkutan Lebaran menjadi moment penting yang membutuhkan kesiapan maksimal dari seluruh unsur operasional bandara.

"Dalam masa-masa tersebut, mobilitas masyarakat sangat tinggi. Oleh karena itu, kami ingin memastikan seluruh fasilitas, personel, dan prosedur operasional berada dalam kondisi siap guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik," ujarnya.

Pihak pengelola bandara juga telah melaksanakan ramp check terhadap kendaraan dan peralatan ground handling di area operasional bandara.

Pemeriksaan ini mencakup sejumlah peralatan operasional seperti baggage towing tractor, baggage car, towing bar, dan conveyor belt. 

"Ramp check ini bertujuan untuk memastikan seluruh kendaraan dan peralatan ground handling berada dalam kondisi laik operasi, memenuhi standar keselamatan, serta siap mendukung kelancaran operasional penerbangan selama periode Lebaran 2026," tutur dia.

Selain itu, Bandara Banyuwangi juga menyiapkan Posko Terpadu Angkutan Lebaran. Posko ini berfungsi sebagai pusat koordinasi, pemantauan pergerakan pesawat dan penumpang, serta percepatan penanganan apabila terjadi kondisi darurat atau kendala operasional.

"Selama periode angkutan Lebaran, seluruh personel operasional, layanan penumpang, aviation security, serta tim teknis disiagakan untuk memastikan pelayanan berjalan optimal," tutur dia.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved