Sabtu, 9 Mei 2026

Pengembang Grand Eastern Bikin Lapangan Padel, Bantah Ambil Sempadan Sungai

Grand Eastern menyiapkan fasilitas lapangan Padel yang kini sedang dalam tahap konstruksi.

Tayang:
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Wiwit Purwanto
SESUAI LAHAN - Project Director Grand Eastern Johan Prajitno menjelaskan pembangunan fasilitas lapangan Padel, pembangunan dilakukan sesuai atas hak kepemilikan lahan dan tidak melanggar sempadan sungai. 

Ringkasan Berita:
  • Pembangunan dilakukan sesuai atas hak kepemilikan lahan dan tidak melanggar sempadan sungai.
  • Dengan pembangunan plengsengan, lebar sungai menjadi lebih terjaga. Sebelumnya, sungai yang ada berupa lereng alami yang rawan longsor.
  • Grand Eastern mengakui ada kelalaian pembangunan atap lapangan padel di sisi utara yang terlalu mepet dari batas perizinan.

SURYA.co.id SURABAYA –  Olahraga kekinian Padel kini sedang ngetren di Surabaya, disejumlah perumahan bahkan melengkapi dengan fasilitas lapangan padel ini.

Salah satunya adalah pengembang Perumahan Grand Eastern (Eastern Park) yang juga menyiapkan fasilitas olahraga Padel.

Project Director Grand Eastern Johan Prajitno mengatakan pihaknya juga menyiapkan fasilitas lapangan Padel yang kini sedang dalam tahap konstruksi.

sesuai atas hak kepemilikan lahan dan tidak melanggar sempadan sungai.

Baca juga: Lapangan Padel Pertama di Gresik Diresmikan, Lokasi di KIG Barat, Segini Harga Sewanya

Johan mengatakan pembangunan dilakukan sesuai atas hak kepemilikan lahan dan tidak melanggar sempadan sungai.

Ia ingin meyakinkan kondisi ini lantaran isu yang menyebut pembangunan lapangan Padel di kawasan tersebut telah mengambil lebar sungai.

Baca juga: Grand Eastern Resmikan Gate dan Kenalkan Cluster Rumah Tapak Baru di Surabaya Timur

“Isu bahwa pembangunan padel mengambil lebar sungai itu tidak benar. Pembangunan plengsengan atau retaining wall kami mengikuti atas hak kepemilikan,” kata Johan, Kamis (12/02/2026).

Justru kata Johan dengan pembangunan plengsengan, lebar sungai menjadi lebih terjaga. Sebelumnya, sungai yang ada berupa lereng alami yang rawan longsor.

“Kalau tidak dibuat plengsengan, makan akan rawan terjadi longsoran. Sekarang lebar sungai justru lebih terjaga,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyebut melakukan normalisasi sungai menggunakan alat berat untuk membersihkan endapan dan kotoran.

Namun, Johan mengakui adanya kelalaian dalam pembangunan atap lapangan padel di sisi utara yang terlalu mepet dari batas perizinan.

Menurutnya hal ini terjadi saat penentuan benchmark. “Tetapi kami sudah melakukan redesain untuk menggeser posisi atap agar sesuai izin,” tukasnya.

Dia menyebut proses perbaikan membutuhkan waktu karena harus melalui pekerjaan struktur seperti pemancangan, pembuatan pedestal, pendirian kolom baru, hingga pemotongan atap lama.

“Target kami akhir April selesai karena nanti terpotong libur Lebaran,”jelas Johan.

Selain itu Johan menambahkan pihaknya terus berkomunikasi dengan dinas terkait agar persoalan tidak berkembang menjadi isu liar.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved