Rabu, 22 April 2026

SURYA Kampus

Sosok Olin, Mahasiswi Katolik yang Berprestasi di Kampus Muhammadiyah, Jadi Wisudawan Terbaik

Mahasiswi Katolik asal NTT ini membuktikan perbedaan iman bukan penghalang prestasi. Olin lulus terbaik dari kampus Muhammadiyah.

Dok Ummad
Mahasiswi Katolik asal NTT ini membuktikan perbedaan iman bukan penghalang prestasi. Olin lulus terbaik dari kampus Muhammadiyah. 

Ringkasan Berita:
  • Olin, mahasiswi Katolik dari NTT, lulus sebagai wisudawan terbaik UMMAD 2025
  • Memilih Administrasi Kesehatan sebagai jalan kontribusi di dunia kesehatan
  • Meraih IPK 3,79 dan mengangkat isu anak disabilitas dalam skripsinya
  • Merasakan lingkungan kampus yang inklusif, toleran, dan profesional

 

SURYA.co.id – Tanpa diliputi kebimbangan, Kristofora Karolina Kewa mantap memilih melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi milik Muhammadiyah.

Bagi perempuan yang akrab disapa Olin itu, perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk menimba ilmu dan berprestasi.

Mahasiswi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memeluk agama Katolik ini justru membuktikan bahwa lingkungan kampus Islam dapat menjadi ruang belajar yang inklusif.

Dilansir SURYA.co.id dari Kompas.com, Olin resmi menyandang gelar Sarjana Kesehatan dari Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) dan dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik pada Wisuda UMMAD 2025 yang digelar akhir bulan lalu.

Cita-Cita di Dunia Kesehatan dan Realitas Biaya

Sejak awal, Olin memiliki tekad kuat untuk menekuni dunia kesehatan, khususnya keperawatan.

Namun, keterbatasan biaya pendidikan membuatnya harus menimbang ulang pilihan akademik yang realistis tanpa mengorbankan masa depan.

LARANGAN WISUDA - Ilustrasi wisuda. Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan purnawiyata/wisuda di luar lingkungan sekolah untuk siswa TK, SD dan SMP.
LARANGAN WISUDA - Ilustrasi wisuda. Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengeluarkan Surat Edaran (SE) larangan purnawiyata/wisuda di luar lingkungan sekolah untuk siswa TK, SD dan SMP. (Istimewa/Freepik upklyak)

Ia sempat mempertimbangkan program kebidanan, tetapi pilihan tersebut hanya tersedia pada jenjang Diploma Tiga (D3), sementara dirinya berkeinginan menempuh pendidikan strata satu (S1).

Kondisi itu mendorong Olin untuk mencari alternatif lain yang tetap selaras dengan minatnya di bidang kesehatan.

Menemukan Jalan di Administrasi Kesehatan

Melalui diskusi dengan rekan dan pencarian informasi yang mendalam, Olin menemukan bahwa UMMAD memiliki Program Studi Administrasi Kesehatan.

Setelah mempelajari kurikulumnya, ia merasa program tersebut paling sesuai dengan kemampuan, minat, serta rencana karier jangka panjangnya.

Program studi ini, menurut Olin, memberikan bekal penting mulai dari pengelolaan layanan kesehatan, administrasi rumah sakit, hingga sistem pelayanan kesehatan yang profesional.

Pilihan tersebut dinilainya tepat karena tetap membuka ruang kontribusi di sektor kesehatan, meski tidak berada di garis depan sebagai tenaga medis.

Prestasi Akademik yang Mengukuhkan Dedikasi

Kerja keras dan konsistensi Olin selama masa studi berbuah manis. Ia berhasil mencatatkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,79, menjadikannya lulusan dengan IPK tertinggi di antara tiga wisudawan terbaik pada Wisuda UMMAD 2025.

Sebagai tugas akhir, Olin menyusun skripsi berjudul “Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa.”

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved