Berita Viral

Imbas Affan Kurniawan Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob, Mahfud MD Salahkan Sosok Ini

Mahfud MD ikut menanggapi insiden rantis Brimob lindas driver ojol bernama Affan Kurniawan. Sebenarnya ini salah siapa?

|
Kolase Tribun Jakarta dan situs KPU
SALAH SIAPA - Kolase foto Mahfud MD dan momen Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob. 

"Bahwa ada demo yang kejadiannya di Pejompongan beliau itu abis antar orderan makanan dia balik sulit," ucap Rudi.

Sebelum kejadian, kata Rudi, Affan memang menyempatkan diri untuk menepi karena tidak bisa lewat di dekat kerumunan massa aksi sekaligus menghampiri rekan-rekan driver ojol lainnya.

Namun nahasnya, saat turun dari motor dan ingin menyeberang menghampiri rekan satu profesi, Affan tertabrak dan langsung terlindas rantis Baraccuda milik Korps Brimob yang melaju kencang.

"Jadi banyak ojek ya dia parkir motor udah ya hanya di situ aja, mungkin karena banyak temennya pakai almamaternya ya dia agak ikut, dia sebenarnya mau nyeberang, tapi mobil baraccudanya agak cepat katanya, jadi ketabrak kelindes," tandas dia.

Terpisah, ayah Affan Kurniawan, Zulkifli (54), tak kuasa menahan air mata melihat putranya sudah terbujur kaku di rumah duka, Jalan Cepu III, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).

Tangisnya pecah ketika mengenang kebaikan putranya.

Insiden ini berawal dari aksi massa yang menuntut keadilan di tengah kasus hukum yang memicu keresahan publik.

Dalam kericuhan, sebuah kendaraan taktis Brimob (rantis barakuda) melaju dan menabrak seorang pengemudi ojek online (ojol), Affan Kurniawan, yang ikut berada di lokasi aksi. 

Peristiwa tersebut sontak viral di media sosial dan memicu kemarahan luas, karena dianggap sebagai bentuk kekerasan berlebihan terhadap warga sipil.

Driver ojol yang menjadi korban segera mendapat perhatian publik, bahkan solidaritas sesama pekerja transportasi online ikut menguat.

Bagi masyarakat, insiden ini menjadi simbol rapuhnya jaminan keselamatan rakyat ketika menyampaikan aspirasi, sekaligus alarm agar pendekatan aparat dalam mengelola unjuk rasa harus lebih humanis.

Tanggapan Mahfud MD patut diapresiasi karena ia tidak terjebak pada narasi saling menyalahkan.

Sebaliknya, ia mendorong publik untuk melihat persoalan secara lebih dalam: rakyat yang marah adalah wajar, aparat di lapangan pun bisa panik, sementara akar masalah justru ada pada elite yang korup.

Pesan ini memberi ruang bagi rekonsiliasi, bukan hanya menambah luka.

Sebagai penulis, saya melihat insiden driver ojol terlindas rantis Brimob ini menyiratkan dua hal penting.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved