Ramadan 2026
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis, Ada Di 10 Hari Terakhir Ramadan
Malam Lailatul Qadar, yang terjadi di 10 hari terakhir Ramadan, memiliki tanda-tanda khusus menurut hadis, termasuk malam yang tenang
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Ringkasan Berita:
- Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
- Tanda malam ini meliputi suasana yang tenang, tidak panas atau dingin, serta damai bagi yang beribadah.
- Pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya lembut, putih atau kemerah-merahan, sesuai hadis sahih riwayat Imam Muslim.
SURYA.co.id - Malam Lailatul Qadar adalah salah satu momen istimewa dalam bulan Ramadan.
Umat Islam meyakini bahwa pada malam ini Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW hingga dikenal sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Siapa pun yang beribadah dan hanya mengharap ridha Allah Ta'ala di malam ini, maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda, ampunan, dan keberkahan.
Namun, sebenarnya kapan malam Lailatul Qadar itu dan bagaimana tanda-tandanya?
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda khusus yang bisa dikenali.
Berikut penjelasan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Abdul Muiz Ali di laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai tanda-tanda malam penuh kemuliaan tersebut:
- Suasana malam yang tenang, tidak panas dan tidak dingin, serta terasa damai bagi orang yang beribadah.
- Matahari pagi yang berbeda, pada hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit dengan cahaya lembut, putih, atau kemerah-merahan, tanpa sinar menyilaukan.
Hal ini didasarkan pada hadis sahih Muslim berikut:
“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762).
Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu tanda Lailatul Qadar adalah matahari terbit dengan cahaya putih lembut.
Sementara menurut dalil Hadis Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi, dijelaskan cuacanya tidak begitu panas.
“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.”
Hadis ini menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kesejukan, dengan tanda pagi harinya berupa matahari yang tampak kemerah-merahan.
Waktu Terjadinya Lailatul Qadar
Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.
Banyak riwayat yang menguatkan bahwa malam ke-27 adalah waktu yang paling sering disebut, namun umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam ganjil agar tidak terlewat.
tanda-tanda Lailatul Qadar
hadis Lailatul Qadar
10 hari terakhir Ramadan
malam ganjil Ramadan
keistimewaan lailatul qadar
SURYA.co.id
Multiangle
Meaningful
surabaya.tribunnews.com
Ramadan 2026
| Jadwal Buka Puasa Hari Ini Jumat 20 Maret 2026, Besok 21 Maret Idul Fitri 1447 H |
|
|---|
| Doa Allahumma Taqabbal Shiyamana: Arab, Latin, dan Terjemahan Lengkap |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini Jumat 20 Maret 2026, Idul Fitri 1447H Jatuh Besok Sabtu 21 Maret |
|
|---|
| Jadwal Buka Puasa Surabaya Hari Ini Kamis 19 Maret 2026, Live Streaming Sidang Isbat Idul Fitri |
|
|---|
| Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Ajaran Rasulullah SAW |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Tanda-Tanda-Malam-Lailatul-Qadar-Menurut-Hadis-Ada-Di-10-Hari-Terakhir-Ramadan.jpg)