Kamis, 23 April 2026

Ramadan 2026

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Hadis, Ada Di 10 Hari Terakhir Ramadan

Malam Lailatul Qadar, yang terjadi di 10 hari terakhir Ramadan, memiliki tanda-tanda khusus menurut hadis, termasuk malam yang tenang

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Pipit Maulidiya
TANDA LAILATUL QADAR - Foto ilustrasi bermunajat dan berdoa kepada Allah Swt di malam Lailatul Qadar, terdapat ciri-cirinya menurut hadist. 

Ringkasan Berita:
  • Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadan.
  • Tanda malam ini meliputi suasana yang tenang, tidak panas atau dingin, serta damai bagi yang beribadah.
  • Pagi harinya, matahari terbit dengan cahaya lembut, putih atau kemerah-merahan, sesuai hadis sahih riwayat Imam Muslim.

 

SURYA.co.id - Malam Lailatul Qadar adalah salah satu momen istimewa dalam bulan Ramadan.

Umat Islam meyakini bahwa pada malam ini Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW hingga dikenal sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Siapa pun yang beribadah dan hanya mengharap ridha Allah Ta'ala di malam ini, maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda, ampunan, dan keberkahan.

Namun, sebenarnya kapan malam Lailatul Qadar itu dan bagaimana tanda-tandanya?

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Para ulama menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki tanda-tanda khusus yang bisa dikenali.

Berikut penjelasan Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI Pusat, KH. Abdul Muiz Ali di laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengenai tanda-tanda malam penuh kemuliaan tersebut:

  • Suasana malam yang tenang, tidak panas dan tidak dingin, serta terasa damai bagi orang yang beribadah.
  • Matahari pagi yang berbeda, pada hari setelah Lailatul Qadar, matahari terbit dengan cahaya lembut, putih, atau kemerah-merahan, tanpa sinar menyilaukan.  

Hal ini didasarkan pada hadis sahih Muslim berikut:

“Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762).  

Hadis ini menunjukkan bahwa salah satu tanda Lailatul Qadar adalah matahari terbit dengan cahaya putih lembut.

Sementara menurut dalil Hadis Ath-Thayalisi dan Al-Baihaqi, dijelaskan cuacanya tidak begitu panas.

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin. Pada pagi hari, matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan.”  

Hadis ini menegaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kesejukan, dengan tanda pagi harinya berupa matahari yang tampak kemerah-merahan.

Waktu Terjadinya Lailatul Qadar

Mayoritas ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Banyak riwayat yang menguatkan bahwa malam ke-27 adalah waktu yang paling sering disebut, namun umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan seluruh malam ganjil agar tidak terlewat.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved