Selasa, 28 April 2026

Ramadan 2026

Kultum Ramadan: Meneladani Rasulullah SAW dalam Bersikap Moderat

pentingnya moderasi beragama sebagai jalan tengah untuk menjaga kemurnian ajaran Islam sekaligus merawat persatuan bangsa.

Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id
Ustad Mochammad Ghufron M. Pd Pengurus Lembaga Bahtsul Masail PCNU Surabaya 

“Man raghiba ‘an sunnati falaisa”

Barang siapa yang membenci sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.

Saudara yang dirahmati Allah,

Sikap ekstrem juga pernah muncul pada masa Khalifah Ali karamallahu wajhah. Pada masa itu muncul golongan Khawarij. Banyak di antara mereka adalah penghafal Al-Qur’an, namun pemahaman mereka sangat kaku sehingga mudah menyalahkan siapa pun yang berbeda pendapat.

Bahkan Sayyidina Ali sendiri menjadi korban dari kekerasan pemahaman mereka. Mereka berani membunuh menantu sekaligus sahabat dekat Rasulullah SAW.

Karena itu, marilah kita menjalankan agama dengan sikap moderat, bersikap tengah-tengah. Sikap ekstrem yang berlebihan sangat bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW. Sebagaimana sabda beliau:

“Jauhilah sikap berlebihan dalam beragama, karena sikap tersebut telah menghancurkan umat sebelum kalian.”

Saudara yang dirahmati Allah,

Di sisi lain, sikap moderat bukan berarti condong ke kiri atau sembrono dalam menjalankan agama. Sikap yang terlalu longgar ini sering disebut sebagai liberalisme, yaitu menjadikan akal sebagai satu-satunya sumber ajaran agama, mengesampingkan Al-Qur’an, hadis, serta pendapat para mujtahid dalam mazhab-mazhab yang muktabar.

Jika sikap seperti ini dibiarkan, Islam dapat kehilangan kesuciannya dan kewibawaannya. Islam hanya akan menjadi identitas semata, bukan tuntunan hidup bagi umat manusia.

Oleh karena itu, marilah kita berusaha menjalankan agama dengan sikap moderat, berada di tengah-tengah. Dengan sikap ini, agama akan terjaga dengan baik, dan kehidupan di negeri ini dapat dijalankan secara damai, jauh dari konflik dan perpecahan di antara anak bangsa.

Saudara sekalian yang dirahmati Allah,

Cukup sekian yang dapat kami sampaikan. Kurang lebihnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Wallahu muwaffiq ila aqwamit thariq.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: Kultum Ramadan: Hubungan Antara Islam dan Kebangsaan

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved