Jumat, 24 April 2026

Ramadan 2026

Doa Ziarah Kubur atau Nyekar Jelang Ramadan

Ziarah kubur diawali dari mengucapkan salam kepada penghuni kubur sesuai sunah Rasulullah SAW. Berikut panduan lengkapnya

Penulis: Arum Puspita | Editor: Arum Puspita
tribunnews/Jeprima
ZIARAH - Warga berziarah saat Idul Fitri 1446 H di Taman Pemakaman Umum (TPU) Prumpung, Jakarta Timur, Senin (31/3/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Tradisi nyekar atau ziarah kubur, khususnya menjelang Ramadan, merupakan bentuk bakti kepada leluhur sekaligus sarana refleksi bagi umat Islam untuk mengingat kematian dan memohonkan tempat terbaik bagi almarhum di sisi Allah SWT.
  • Ziarah kubur diawali dari mengucapkan salam kepada penghuni kubur sesuai sunah Nabi SAW, mengambil posisi duduk yang sopan, hingga memanjatkan doa-doa khusus.
  • Panduan ziarah mencakup pembacaan susunan tahlil yang lengkap

 

SURYA.CO.ID - Tradisi ziarah kubur atau nyekar tetap menjadi amalan rutin yang dilakukan umat Islam di Indonesia, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Selain sebagai bentuk bakti kepada orang tua dan leluhur, ziarah kubur menjadi sarana pengingat akan kematian bagi mereka yang masih hidup.

Dalam pelaksanaannya, peziarah biasanya memanjatkan doa, membaca tahlil, serta ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Doa Tahlil untuk Ziarah Kubur

1. Mengucap salam

Baca juga: Doa Yasin dan Tahlil untuk Ziarah Kubur Orang Tua Lengkap Teks Latin

Dikutip dari buku Panduan Wisata Religi Ziarah Wali Sanga, dijelaskan dalam hadist riwayat Muslim, Nasa'i dan Ahmad, sebaiknya mengucapkan salam saat ziarah kubur.

Bacaan salam saat ziarah kubur:

Assalaamu 'alaa ahlid diyaari minal mu'miniina wal muslimiina wa innaa insyaa Allaahu lalaahiqqun. Nasalullaahu lanaa wa lakum 'aafiyah.

"Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mukminin dan Muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan Kami Insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian"

2. Duduk

3. Membaca Susunan Tahlil

Dikutip dari Kitab Majmu’ Syarif, berikut bacaan tahlil selengkapnya:

1. Pengantar Al-Fatihah

Membaca Al Fatihah untuk Nabi Muhammad SAW, guru-guru, orangtua yang sudah meninggal (ahli kubur)

إلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالِهِ وَصَحْبِهِ شَيْءٌ لِلّهِ لهُمُ الْفَاتِحَةُ

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved