Sabtu, 23 Mei 2026

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Pentingnya Tabayyun oleh Moh Syukron Aby

Teks khutbah Jumat menyentuh hati tentang pentingnya tabayyun di era digital. Simak panduan adab bermedia sosial guna mencegah hoaks.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Pipit Maulidya
istimewa
KHUTBAH JUMAT - Foto Moh Syukron Aby, Sekretaris Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan menyampaikan khutbah dengan tema Pentingnya Tabayyun. 

SURYA.CO.ID - Berikut teks khutbah sholat Jumat yang menyentuh hati, dengan tema pentingnya tabayyun.

Adab Digital: Pentingnya Tabayyun di Era Banjir Informasi
oleh Moh. Syukron Aby, Sekretaris Ta’mir Masjid Muhammad Cheng Hoo Pandaan

Di era digital, informasi bergerak sangat cepat. Dalam hitungan detik, berita, video, opini, dan komentar dapat menyebar ke jutaan orang melalui media sosial dan aplikasi pesan. Kemudahan ini membawa manfaat besar, tetapi juga menghadirkan tantangan serius: hoaks, fitnah, provokasi, dan informasi yang belum tentu benar. Karena itu, sikap tabayyun menjadi sangat penting dalam kehidupan digital saat ini.

Apa Itu Tabayyun?
Tabayyun berarti mencari kejelasan atau memeriksa kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Dalam ajaran Islam, tabayyun merupakan bagian dari akhlak mulia dan bentuk tanggung jawab sosial. Prinsip ini mengajarkan agar seseorang tidak terburu-buru mengambil kesimpulan hanya berdasarkan informasi yang diterima.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 6:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًاۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

“Jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti...”
Ayat ini sangat relevan dengan kondisi media sosial saat ini, ketika siapa pun dapat menjadi penyebar informasi tanpa proses verifikasi.

Mengapa Tabayyun Penting di Era Digital?

1. Mencegah Penyebaran Hoaks
Banyak informasi viral ternyata tidak benar atau dipelintir. Tanpa tabayyun, seseorang bisa ikut menyebarkan berita palsu yang merugikan banyak pihak.

2. Menjaga Persatuan dan Kedamaian
Informasi provokatif sering memicu perpecahan, kebencian, bahkan konflik. Sikap hati-hati dalam menerima berita membantu menjaga hubungan sosial tetap harmonis.

3. Melatih Berpikir Kritis
Tabayyun membuat seseorang tidak mudah terpengaruh opini publik. Kita belajar membandingkan sumber, memahami konteks, dan berpikir rasional sebelum bereaksi.

4. Menunjukkan Akhlak dan Tanggung Jawab
Jejak digital memiliki dampak panjang. Apa yang kita bagikan mencerminkan karakter dan nilai diri kita. Orang yang bijak tidak asal “share” demi sensasi atau popularitas.

Cara Menerapkan Tabayyun di Media Sosial

  • Jika kita mendapatkan info melalui WA atau SMS, maka harus kita saring dulu sebelum kita share (bagi/lanjutkan) kepada orang lain. 
  • Posting yang penting, bukan yang penting posting.
  • Memeriksa sumber berita dan kredibilitas penulis.
  • Membaca informasi secara lengkap, bukan hanya judul.
  • Membandingkan dengan sumber lain yang terpercaya.
  • Tidak langsung menyebarkan informasi yang memancing emosi.
  • Bertanya kepada pihak yang lebih memahami jika ragu.
  • Menggunakan media sosial untuk menyebarkan hal positif dan bermanfaat.

Kurangnya tabayyun dapat menyebabkan fitnah, kesalahpahaman, perundungan digital, hingga rusaknya reputasi seseorang.

Bahkan, informasi palsu dapat memengaruhi keamanan masyarakat dan memecah persatuan bangsa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved