Jumat, 1 Mei 2026

Amalan Islam

Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad Lengkap Dalilnya dalam Alquran

Salah satu waktu istimewa di bulan Rajab adalah peringatan Isra Miraj (27 Rajab). Berikut kisah lengkapnya.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq
Ilustrasi berdoa di malam Isra Miraj. Berikut kisah lengkapnya. 

SURYA.CO.ID - Salah satu waktu istimewa di bulan Rajab adalah peringatan Isra Miraj (27 Rajab).

Pada momen ini, umat Islam diajak untuk mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad Saw yaitu Isra' dari Masjidil haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina) dan Mi'raj dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha (langit ke-7).

Bagaimana perjalanan Nabi Muhammad tersebut, sehingga disebut dengan Isra Miraj?

Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad Lengkap

Imam Bukhari meriwayatkan peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam Shahih Bukhari juz 5 halaman 52.

Dikisahkan bahwa Nabi sedang tidur di dalam kamar, lalu malaikat datang mengeluarkan hati beliau, membersihkannya, dan mengisinya dengan iman, kemudian hati tersebut dikembalikan seperti semula.

Setelah itu Nabi melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj dengan mengendarai buraq dan ditemani Malaikat Jibril.

Mereka menuju langit dunia dan terjadi dialog antara penjaga langit dengan Jibril. Nabi Muhammad disambut dengan baik. Di langit dunia Nabi bertemu Nabi Adam AS dan saling memberi salam.

Perjalanan dilanjutkan ke langit kedua hingga ketujuh.

Di langit kedua Nabi bertemu Nabi Yahya dan Nabi Isa, di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf, di langit keempat Nabi Idris, di langit kelima Nabi Harun, di langit keenam Nabi Musa, dan di langit ketujuh Nabi Ibrahim. Nabi Musa menangis karena umat Nabi Muhammad akan lebih banyak masuk surga dibanding umatnya.

Selanjutnya Nabi Muhammad sampai di Sidratul Muntaha untuk bermunajat kepada Allah.

Kemudian beliau menuju Baitul Makmur, tempat ibadah di langit ketujuh yang sejajar dengan Ka’bah. Setiap hari tujuh puluh ribu malaikat melakukan thawaf di sana.

Nabi kemudian disuguhi arak, susu, dan madu. Nabi memilih susu, yang dijelaskan Jibril sebagai lambang fitrah dan kemurnian umat Nabi Muhammad.

Di Baitul Makmur, Allah SWT mewajibkan shalat lima puluh kali sehari.

Dalam perjalanan turun, Nabi Musa menyarankan agar Nabi Muhammad memohon keringanan karena umatnya tidak akan mampu.

Nabi Muhammad beberapa kali kembali menghadap Allah hingga akhirnya shalat diwajibkan menjadi lima waktu sehari. Nabi Muhammad menerima keputusan tersebut dengan penuh keridaan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved