Selasa, 2 Juni 2026

Amalan Islam

Doa Niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah dan Batas Waktu Melafalkannya

Simak doa niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, serta batas waktu melafalkan niat puasa sunnah Arafah.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Diolah denagan AI Gemini
HARI ARAFAH - Ilustrasi doa niat Puasa Arafah 9 Dzulhijjah lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, hingga batas waktu melafalkannya. 

Ringkasan Berita:
  • Bacaan niat Puasa Arafah lengkap Arab, latin, dan artinya.
  • Niat puasa sunnah dapat dilafalkan hingga sebelum Dzuhur dengan syarat tertentu.
  • Puasa Arafah memiliki keutamaan menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang.

 

SURYA.CO.ID - Sebelum Hari Raya Idul Adha, umat Muslim di seluruh dunia bersiap menyambut hari istimewa yaitu Hari Arafah 9 Dzulhijjah.

Umat Islam yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah di hari ini, yaitu puasa Arafah.

Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa. Berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa ini dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Berikut adalah panduan lengkap mengenai lafadz niat dan batas waktu melafalkannya.

Lafadz Niat Puasa Arafah

Niat merupakan rukun utama dalam beribadah. Meskipun niat cukup di dalam hati, melafalkannya secara lisan (talaffuz) hukumnya sunnah untuk memantapkan ketetapan hati.

Berikut bacaan niat puasa Arafah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ‘Arafata sunnatan lillahi ta’ala.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala."

Batas Waktu Melafalkan Niat

Berbeda dengan puasa wajib (Ramadhan) yang niatnya harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar (tabyit), puasa sunnah seperti Puasa Arafah memiliki fleksibilitas dalam waktu berniat.

1. Niat di Malam Hari

Waktu terbaik untuk melafalkan niat adalah pada malam hari, mulai dari terbenamnya matahari hingga sebelum masuk waktu Subuh.

2. Niat di Siang Hari

Jika seseorang lupa berniat di malam hari, ia masih diperbolehkan berniat pada pagi atau siang hari (sebelum masuk waktu Dzuhur).

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved