Minggu, 3 Mei 2026

Lapsus Musim Kemarau 2026 Di Jatim

Antisipasi El Nino, Jatim Maksimalkan Bendungan hingga Hujan Buatan 

Jatim siapkan ribuan sumur bor dan strategi irigasi hadapi kemarau kering 2026 akibat El Nino.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Wiwit Purwanto
mohammad romadoni/surya.co.id
PROYEK STRATEGIS - Proyek strategis Pemkab Mojokerto peningkatan Bendungan Wonokerto, di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, dengan nilai kontrak senilai Rp 4,1 miliar terus dikebut. Peningkatan Bendungan Wonokerto itu dikebut untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang tidak menentu. 

Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jatim siapkan strategi hadapi kemarau panjang akibat El Nino 2026. 
  • Sebanyak 921 ribu hektare lahan terancam kekeringan, irigasi jadi fokus. 
  • Sumur bor, pompanisasi hingga hujan buatan disiapkan jaga produksi pangan. 

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Jatim I Nyoman Gunadi memastikan pihaknya menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal dan lebih kering akibat fenomena El Nino.

Upaya difokuskan untuk menjaga ketersediaan irigasi pertanian khususnya di wilayah lumbung pangan. 

Hal ini penting karena Nyoman menyebut, sedikitnya ada sebanyak 921.000 hektare lahan pertanian di Jawa Timur yang berpotensi terdampak kekeringan.

Karena itu, intervensi dilakukan dengan tujuan sistem irigasi tetap berjalan sehingga produktivitas pertanian tidak menurun. Terutama karena Jatim adalah lumbung pangan nasional. 

“Gubernur Khofifah Indar Parawansa telah menginstruksikan langkah antisipatif melalui Surat Gubernur Nomor 500.6.1/10499/110/2026 agar mitigasi dilakukan sejak dini,” ujar Nyoman, Sabtu (2/5/2026).

Baca juga: 815 Desa Terancam Kekeringan, BPBD Jatim Siapkan Dropping Air Bersih 

Melalui instruksi tersebut, pemerintah daerah telah diminta memetakan wilayah rawan kekeringan secara rinci, mengaktifkan sistem peringatan dini, serta mengerahkan Brigade Kekeringan guna mempercepat penanganan krisis air.

Salah satu langkah utama yang disiapkan adalah optimalisasi sumber air tanah melalui pengoperasian sumur bor. 

3.800 Unit Sumur Bor Beroperasi dan Tambahan 1.800 Unit dari Kemenpan

Tahun ini, ditargetkan sebanyak 3.800 unit sumur bor beroperasi, termasuk tambahan sekitar 1.800 unit baru bantuan dari Kementerian Pertanian. 

“Sumur bor ini difokuskan untuk wilayah lumbung pangan yang tidak terjangkau jaringan irigasi permukaan, sehingga kebutuhan air tetap terpenuhi,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga memaksimalkan fungsi tampungan air seperti bendungan dan embung. 

Baca juga: Antisipasi El Nino, Pemprov Jatim Gaspol Mitigasi Kekeringan 

Sejumlah wilayah seperti Ponorogo, Pacitan, dan Bojonegoro menjadi prioritas untuk memastikan cadangan air mencukupi hingga puncak musim kemarau.

Di sisi lain, strategi pengairan diperkuat melalui penerapan pompanisasi dan irigasi perpompaan secara luas. 

Langkah ini dilakukan untuk menjaga Indeks Pertanaman (IP) agar tidak menurun dan produksi pangan tetap stabil.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga mendorong petani untuk beradaptasi dengan kondisi iklim, di antaranya melakukan penyesuaian tata kelola tanam. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved