Soal Galon Polikarbonat Sebabkan Pubertas Dini, BPA Disebut Masih dalam Batas Aman
Pakar kesehatan menegaskan galon polikarbonat aman digunakan dan tidak terbukti menyebabkan pubertas dini.
Ringkasan Berita:
- IAKMI menegaskan pubertas dini tidak terbukti disebabkan konsumsi air dari galon polikarbonat.
- Pakar menyebut BPA dalam galon guna ulang berada dalam batas aman dan sulit bermigrasi tanpa panas ekstrem.
- BPOM dan kajian internasional menyatakan penggunaan galon polikarbonat berulang tetap aman bagi masyarakat.
SURYA.CO.ID – Isu yang mengaitkan konsumsi air minum dari galon guna ulang polikarbonat dengan pubertas dini kembali mencuat.
Namun, para ahli menegaskan anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak dapat dijelaskan secara rasional berdasarkan bukti penelitian yang tersedia.
Perdebatan mengenai keamanan galon polikarbonat berawal dari keberadaan zat Bisphenol A (BPA), bahan baku pembentuk polikarbonat.
Meski demikian, para pakar menilai kadar BPA pada galon guna ulang yang beredar saat ini masih berada dalam batas aman sesuai ketentuan regulator.
Pubertas Dini Dipengaruhi Banyak Faktor
Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, mengatakan bahwa menghubungkan pubertas dini dengan konsumsi air dari galon polikarbonat merupakan kesimpulan yang keliru.
Baca juga: Tak Perlu Khawatir Pakai Galon Guna Ulang, Kemenperin Pastikan Diawasi Ketat
"Pubertas dini akibat mengonsumsi air dari galon guna ulang itu probabilitas semu. Kalau BPA-nya sendiri yang dikonsumsi baru bisa memicu genetik karena sifat toxic zat tersebut," kata Hermawan di Jakarta.
Menurutnya, kandungan BPA dalam galon guna ulang telah diatur dan berada pada level yang aman bagi konsumen.
"Jadi memang galon mengandung BPA tapi dalam kadar yang sangat aman dan terstandar," tambahnya.
Hermawan menjelaskan, pubertas dini merupakan kondisi ketika kematangan seksual terjadi lebih cepat dibanding usia rata-rata. Pada perempuan, pubertas normal umumnya terjadi pada usia 11 hingga 12 tahun, sedangkan pada laki-laki sekitar usia 15 tahun.
Ia menuturkan, penyebab pubertas dini sangat kompleks dan melibatkan berbagai faktor, mulai dari lingkungan, pola makan, hingga faktor sosial dan hormonal.
"Tapi memang pubertas itu bisa distimulasi oleh berbagai hal. Bisa karena kontak sosial yang terlalu terbuka, tapi bisa juga karena faktor lingkungan, makanan yang mempengaruhi hormonal, dan yang paling pokok juga pergaulan. Ini bisa memicu," katanya.
Hermawan menambahkan bahwa kasus pubertas dini tergolong langka dan hanya terjadi pada sekitar satu dari 5.000 anak.
BPA Sulit Bermigrasi Tanpa Panas Ekstrem
Pendapat serupa disampaikan Ahli Teknologi Pangan, Hermawan Seftiono. Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Trilogi itu menjelaskan bahwa BPA dan galon polikarbonat merupakan dua hal yang berbeda.
Baca juga: Ramai Soal Galon Guna Ulang, BPKN: Keamanan Air Tergantung Proses Sanitasi
Menurutnya, BPA berfungsi sebagai bahan pembentuk polikarbonat dan akan mengalami perubahan struktur saat menjadi material kemasan.
Galon polikarbonat
labelisasi BPA pada kemasan galon polikarbonat
Polikarbonat (PC)
pubertas dini
Galon guna ulang
galon PC
surabaya.tribunnews.com
Meaningful
| SMK Semen Gresik Tundukkan SMK Assa'adah di TPAAF 2026 Bersama PT Freeport Indonesia |
|
|---|
| Besaran Gaji Presiden dan Wapres RI 2024 - 2029 dan Tunjangannya |
|
|---|
| Kuli Panggul di Lamongan Nekat Gasak HP Tetangga, Aksinya Terekam Saat Rumah Sepi |
|
|---|
| Pendakian Ilegal ke Gunung Semeru Terjadi Lagi, 13 Pendaki Diamankan dan 4 Pendaki Diburu |
|
|---|
| 4 Pernyataan Budiman Sudjatmiko Usai Diusir dari Diskusi di UGM, Agak Tak Percaya Mereka Mahasiswa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/galon-air-minum.jpg)