Rabu, 17 Juni 2026

Soal Galon Polikarbonat Sebabkan Pubertas Dini, BPA Disebut Masih dalam Batas Aman

Pakar kesehatan menegaskan galon polikarbonat aman digunakan dan tidak terbukti menyebabkan pubertas dini.

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
Istimewa
GALON GUNA ULANG - Kandungan BPA dalam galon guna ulang telah diatur dan berada pada level yang aman bagi konsumen. 

Ringkasan Berita:
  • IAKMI menegaskan pubertas dini tidak terbukti disebabkan konsumsi air dari galon polikarbonat. 
  • Pakar menyebut BPA dalam galon guna ulang berada dalam batas aman dan sulit bermigrasi tanpa panas ekstrem. 
  • BPOM dan kajian internasional menyatakan penggunaan galon polikarbonat berulang tetap aman bagi masyarakat.

 

 
SURYA.CO.ID  – Isu yang mengaitkan konsumsi air minum dari galon guna ulang polikarbonat dengan pubertas dini kembali mencuat.

Namun, para ahli menegaskan anggapan tersebut tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat dan tidak dapat dijelaskan secara rasional berdasarkan bukti penelitian yang tersedia.

Perdebatan mengenai keamanan galon polikarbonat berawal dari keberadaan zat Bisphenol A (BPA), bahan baku pembentuk polikarbonat.

Meski demikian, para pakar menilai kadar BPA pada galon guna ulang yang beredar saat ini masih berada dalam batas aman sesuai ketentuan regulator.

Pubertas Dini Dipengaruhi Banyak Faktor

Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Hermawan Saputra, mengatakan bahwa menghubungkan pubertas dini dengan konsumsi air dari galon polikarbonat merupakan kesimpulan yang keliru.

Baca juga: Tak Perlu Khawatir Pakai Galon Guna Ulang, Kemenperin Pastikan Diawasi Ketat

"Pubertas dini akibat mengonsumsi air dari galon guna ulang itu probabilitas semu. Kalau BPA-nya sendiri yang dikonsumsi baru bisa memicu genetik karena sifat toxic zat tersebut," kata Hermawan di Jakarta.

Menurutnya, kandungan BPA dalam galon guna ulang telah diatur dan berada pada level yang aman bagi konsumen.

"Jadi memang galon mengandung BPA tapi dalam kadar yang sangat aman dan terstandar," tambahnya.

Hermawan menjelaskan, pubertas dini merupakan kondisi ketika kematangan seksual terjadi lebih cepat dibanding usia rata-rata. Pada perempuan, pubertas normal umumnya terjadi pada usia 11 hingga 12 tahun, sedangkan pada laki-laki sekitar usia 15 tahun.

Ia menuturkan, penyebab pubertas dini sangat kompleks dan melibatkan berbagai faktor, mulai dari lingkungan, pola makan, hingga faktor sosial dan hormonal.

"Tapi memang pubertas itu bisa distimulasi oleh berbagai hal. Bisa karena kontak sosial yang terlalu terbuka, tapi bisa juga karena faktor lingkungan, makanan yang mempengaruhi hormonal, dan yang paling pokok juga pergaulan. Ini bisa memicu," katanya.

Hermawan menambahkan bahwa kasus pubertas dini tergolong langka dan hanya terjadi pada sekitar satu dari 5.000 anak.

BPA Sulit Bermigrasi Tanpa Panas Ekstrem

Pendapat serupa disampaikan Ahli Teknologi Pangan, Hermawan Seftiono. Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Trilogi itu menjelaskan bahwa BPA dan galon polikarbonat merupakan dua hal yang berbeda.

Baca juga: Ramai Soal Galon Guna Ulang, BPKN: Keamanan Air Tergantung Proses Sanitasi

Menurutnya, BPA berfungsi sebagai bahan pembentuk polikarbonat dan akan mengalami perubahan struktur saat menjadi material kemasan.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved