Jumat, 17 April 2026

Dokter Linda Astari: Waspada Infeksi Jamur di Selangkangan Akibat Lembap, Bisa Menular

Ketua PERDOSKI Surabaya dr. Linda Astari ingatkan bahaya infeksi jamur di area lipatan paha dan ketiak akibat kelembapan tinggi.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Nur Ika Anisa
KESEHATAN KULIT - Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Cabang Surabaya, Dr dr Linda Astari Sp.D.V.E., Subsp. D.T., FINSDV, FAADV, ingatkan bahaya infeksi jamur di area lipatan paha dan ketiak akibat kelembapan tinggi. 

Ringkasan Berita:
  • Infeksi jamur kulit di area lipatan seperti selangkangan dan ketiak sangat rentan terjadi di iklim tropis Indonesia yang lembap.
  • Jenis jamur dermatofit dapat menular melalui manusia, hewan, tanah, hingga benda pribadi yang digunakan bersama seperti handuk.
  • Penyembuhan infeksi jamur membutuhkan waktu lama dan harus dilakukan secara tuntas hingga ke akar untuk mencegah peradangan serius.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kondisi lembap pada area tertutup sering kali dianggap hal biasa, padahal area tersebut sangat mudah memicu pertumbuhan jamur pada kulit. 

Infeksi jamur pada kulit, khususnya di area lipatan paha, menjadi masalah kesehatan yang umum di negara tropis seperti Indonesia.

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Surabaya, dr Linda Astari Sp.DVE, Subsp. D.T., FINSDV, FAADV, menjelaskan bahwa infeksi ini menyerang area lipatan kulit yang cenderung panas.

“Penyakit jamur pada selangkangan adalah infeksi jamur yang mengenai kulit, terutama di area lipatan paha. Gejalanya ditandai dengan ruam kemerahan yang disertai rasa gatal luar biasa,” jelas dr Linda kepada SURYA.co.id, Kamis (9/4/2026).

Penyebab dan Area Rentan Infeksi Jamur

Menurut dr Linda, infeksi ini umumnya disebabkan oleh dua jenis jamur utama, yakni dermatofit dan candida. Infeksi ini tidak memandang usia dan bisa menyerang siapa saja.

Selain di selangkangan, jamur kulit juga sering muncul di beberapa area tubuh berikut:

  • Ketiak dan lipatan bawah perut.
  • Area lengan dan tungkai.
  • Lipatan bawah payudara pada wanita.

“Karena kita tinggal di negara tropis, kondisi kulit yang sering lembap membuat jamur mudah berkembang. Itu sebabnya kasus ini sangat sering kita jumpai di masyarakat,” tambahnya.

Waspada Penularan dari Hewan dan Benda Pribadi

Salah satu poin krusial yang perlu diwaspadai adalah sifat penularannya. Khusus jenis jamur dermatofit, penularan bisa terjadi secara masif melalui berbagai perantara.

“Penularannya bisa dari sesama manusia, dari binatang seperti hewan peliharaan, bahkan dari tanah. Selain itu, bisa melalui benda yang digunakan bersama,” tegas dr Linda.

Beberapa benda pribadi yang berisiko menjadi media penularan antara lain:

  • Handuk dan sisir.
  • Sarung bantal dan sprei.
  • Pakaian atau perlengkapan pribadi lainnya.

Berbeda dengan dermatofit, jamur candida sebenarnya hidup normal di tubuh manusia. Namun, faktor tertentu bisa memicu keradangan dan infeksi, terutama pada orang dengan kondisi tubuh yang rentan.

Mengapa Infeksi Jamur Sulit Sembuh?

Berdasarkan data medis, infeksi jamur atau tinea cruris seringkali kambuh karena pengobatan yang tidak tuntas. 

Jamur memiliki spora yang bisa bertahan lama di lingkungan lembap. Jika pengobatan dihentikan segera setelah gatal hilang (padahal jamur belum mati total), infeksi akan muncul kembali dalam waktu singkat.

Dalam kasus yang parah, peradangan akibat jamur dapat memicu infeksi sekunder bakteri yang menyebabkan bengkak, luka terbuka hingga bernanah.

Tips Mencegah dan Mengatasi Jamur Kulit

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved