Kongres Nasional PEKHI 2025 Digelar di Surabaya, Keselamatan Pasien Jadi Perhatian Serius

Kongres Nasional Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia (PEKHI) 2025 digelar di Surabaya.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: irwan sy
Surya.co.id/Nuraini Faiq
KONGRES - Ketua Kongres Nasional Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia (PEKHI) 2025 yang juga Kepala Pusat Kesehatan TNI AL (Kapuslesal) Laksma TNI dr Sujoko Purnomo saat meninjau instalasi alat chamber atau kapsul oksigen, Senin (15/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Kongres Nasional PEKHI 2025 digelar di Surabaya dengan fokus peningkatan layanan terapi oksigen hiperbarik yang mengutamakan keselamatan pasien.
  • Kongres menyoroti standardisasi alat, sarana prasarana, peningkatan SDM, serta penguatan kolaborasi lintas pihak.
  • Terapi hiperbarik kini banyak dimanfaatkan untuk kasus klinis seperti stroke, diabetes, dan luka sulit sembuh.
  • Kapuskesal Laksma TNI dr Sujoko Purnomo terpilih memimpin PEKHI periode 2025–2029.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kongres Nasional Perhimpunan Kesehatan Hiperbarik Indonesia (PEKHI) 2025 digelar di Surabaya.

Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah peningkatan layanan hiperbarik, yakni mengutamakan keselamatan pasien.

Baca juga: Pusat Kesehatan TNI AL Terus Kembangkan Terapi Hiperbarik untuk Cegah Amputasi Kasus Diabetes

Selain itu, standardisasi alat dan sarana prasarana hingga peningkatan SDM juga menjadi perhatian yang tidak boleh diabaikan.

"Yang utama juga menguatkan kolaborasi dengan semua pihak," kata Ketua Kongres Nasional PEKHI 2025 Laksma TNI dr Sujoko Purnomo, Selasa (16/12/2025).

Dalam kongres Nasional PEKHI itu hadir pejabat tertinggi di Pusat Kesehatan TNI AL (Puskesal), para direktur rumah sakit penyedia terapi oksigen, akademisi bidang kesehatan, penyelam, hingga perwakilan delegasi dari Malaysia.

Pantauan SURYA.co.id di lokasi kongres, mereka antusias mengikuti setiap sesi, termasuk sesi ilmiah dan diskusi.

Ada juga peralatan Chamber atau kapsul oksigen yang biasa digunakan cek kondisi para penyelam.

Kapuskesal Laksma yang juga ketua Kongres dr Sujoko Purnomo tampak mengecek dan mengamati kapsul oksigen yang masih terbalut kain tersebut.

Alat ini dihadirkan oleh Lembaga Kesehatan Kelautan TNI AL.

Kongres Nasional tersebut juga menyikapi fenomena terus meningkatnya penyakit klinis.

Pasien stroke dan diabetes termasuk yang saat ini banyak memanfaatkan terapi hiperbarik.

Terapi dengan oksigen murni dengan tekanan tinggi sehingga mempercepat pembentukan sel tubuh.

Luka karena diabetes bisa mencegah amputasi dan tidak sampai membusuk juga dengan terapi hioerbarik.

Begitu juga untuk injeksi jaringan mati dan banyak lagi penyakit klinis lainnya.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved