Hindari Jalan Nasional Mojosari-Pasuruan, Ditutup Total Ada Perbaikan Jembatan Warutunggal Pungging
Jalan Nasional Mojosari- Pasuruan ditutup total 20 hari untuk perbaikan Jembatan Warutunggal di Pungging Kabupaten Mojokerto, Jatim.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Jalan Nasional Mojosari- Pasuruan ditutup total 20 hari untuk perbaikan Jembatan Warutunggal di Pungging Kabupaten Mojokerto, Jatim.
- Penutupan arus lalu lintas dilakukan tepat pukul 14.00 WIB, Selasa (9/6/2026) dan dijadwalkan hingga 28 Juni 2026.
- Warga sekitar mendukung pernaikan jembatan itu meski mereka harus berkorban menutup toko dan jalan memutar untuk aktivitas sehari-hari
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Masyarakat pengguna jalan untuk jalur Mojosari-Pasuruan harus menggunakan jalan alternatif karena adanya penutupan jalan hingga akhir bulan Juni ini.
Ruas jalan Nasional Mojosari- Pasuruan ditutup total mulai hari ini, Selasa (9/6/2026) untuk pelaksanaan pengerjaan perbaikan Jembatan Warutunggal di Desa Tunggalpager, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Jatim.
Preservasi Jembatan Warutunggal yang berada di Jl Brawijaya, Pungging itu dilaksanakan selama 20 hari ke depan dan ditarget tuntas, pada 28 Juni 2026 nanti.
Penutupan arus lalu lintas dilakukan tepat pukul 14.00 WIB.
Penutupan jalan nasional itupun dijadwalkan hingga 28 Juni 2026.
Baca juga: Genjot Infrastruktur, Kabupaten Mojokerto Kini Punya 88 Ruas Jalan Baru
Kondisi Jembatan Rusak Parah
PPK 4.2 Provinsi Jatim dari BBPJN Jawa-Bali, Siti Sekar Gondo Arum mengatakan, penutupan jalan terpaksa diterapkan agar lebih fokus pada perbaikan Jembatan Warutunggal.
"Perbaikan lantai Jembatan Warutunggal yang ada di Kecamatan Pungging, kami laksanakan penutupan jalan dan pengalihan arus mulai 9-28 Juni 2026," ujar Sekar usai penutupan jalan di Jembatan Warutunggal, Selasa (9/6/2026).
Menurutnya, sudah belasan tahun jembatan Warutunggal tidak tersentuh perbaikan.
Kondisi jalan di atas Jembatan Warutunggal dengan bentang 30 meter itu rusak parah bergelombang, bahkan seringkali memicu fatalitas kecelakaan.
Intensitas kendaraan truk melewati jembatan menuju pusat industri di Ngoro via Mojosari semakin memperparah kondisi jalan di KM 1+904.
"Karena sudah lama Jembatan Warutunggal ini tidak ada perbaikan untuk lantainya, perkiraan lebih dari 10 tahun. Sementara, kami hanya melakukan pemeliharaan jembatan yang sifatnya secara rutin saja," ucap Sekar.
Baca juga: Pemkab Mojokerto Bantah Isu Miring Pemindahan Pusat Pemerintahan di Tahapan Pembebasan Lahan
Teknis Perbaikan Jembatan
Siti Sekar Gondo Arum menjelaskan, perbaikan jembatan secara teknis dimulai dengan menggali aspal menggunakan mesin penggiling XM1005H (Cold Milling Machine).
Setelah itu dilakukan pengecoran lantai jembatan, kemudian kembali diaspal.
Pengerjaan proyek preservasi lantai jembatan sesuai jam operasional selama 8-12 jam, dimulai pukul 8.00 WIB hingga petang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perbaikan-jembatan-Warutunggal-Mojosari-Mojokerto.jpg)