Minggu, 7 Juni 2026

Harga Gula dan Minyak Goreng di Lamongan Melonjak Tajam

Harga gula pasir dan minyak goreng yang terus merangkak naik mulai menekan pelaku usaha mikro di Lamongan

Tayang:
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Hanif Manshuri
HARGA NAIK -.Pedagang salah satu kios sembako di Pasar Tradisional Sidoharjo, Lamongan, Sabtu (5/6/2026). Kenaikan harga gula pasir dan minyak goreng mulai menekan pelaku usaha mikro serta pedagang eceran karena keuntungan makin menipis. 

Ringkasan Berita:
  • Harga gula pasir dan minyak goreng di Kabupaten Lamongan mengalami kenaikan signifikan
  • Kenaikan harga dipicu oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan penyesuaian harga BBM
  • Pelaku usaha mikro dan pedagang eceran mengeluhkan tipisnya margin keuntungan
  • Masyarakat mulai membatasi pembelian akibat daya beli yang semakin melemah

 

SURYA.co.id LAMONGAN - Harga gula pasir dan minyak goreng yang terus merangkak naik mulai menekan pelaku usaha mikro hingga pedagang eceran di Kabupaten Lamongan.

Setelah sebelumnya dibayangi lonjakan harga minyak goreng, kini pedagang kembali dihadapkan pada kenaikan harga gula pasir yang terjadi secara mendadak dalam beberapa hari terakhir.

Di Pasar Tradisional Sidoharjo, Kota Lamongan, Sabtu (6/6/2026), menunjukkan harga gula pasir eceran kini menyentuh Rp17.500 per kilogram.

Angka tersebut naik Rp1.000 dibanding harga sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp16.500 per kilogram.

Harga Kebutuhan Pokok Naik

Para pedagang menilai kenaikan harga dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta meningkatnya biaya distribusi setelah adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

“Gula pasir naik,  sekarang Rp17.500, sebelumnya Rp16.500. Karena dolar sama BBM naik, ” ujar seorang pedagang  sembako di Pasar Sidoharjo, Rendi kepada SURYA.co.id, Sabtu (5/6/2026).

Baca juga: SPMB SMA dan SMK 2026 Lamongan Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya

Tidak hanya gula pasir, harga minyak goreng subsidi pemerintah merek Minyakita juga ikut melonjak. 

Saat ini harga Minyakita di tingkat eceran mencapai Rp21.000 per liter atau jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah Rp 15. 700 per liter.

“Minyak, Minyak Kita sekarang  Rp 21 ribu. Naik sejak bulan kemarin,” tambahnya.

Pelaku Kuliner Terdampak

Kenaikan dua komoditas utama tersebut berdampak langsung terhadap pelaku usaha mikro kuliner yang sangat bergantung pada minyak goreng dan bahan pokok lain untuk produksi harian.

Muji, penjual gorengan dan ayam geprek di kawasan pedesaan Lamongan, mengaku kini kesulitan mempertahankan usahanya. 

Menurut dia, biaya produksi terus membengkak sementara harga jual makanan sulit dinaikkan karena daya beli masyarakat desa terbatas.

"Labanya tipis. Sulit apa apa mahal. pusing ,” gerutunya.

Ia mengaku berada dalam posisi serba sulit. Jika harga jual dinaikkan, pembeli dikhawatirkan akan berkurang.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved