Kamis, 4 Juni 2026

DPD HIMKI Jatim Pilih Pengusaha Mebel Gresik Glenn Candranegara jadi Ketua Masa Bakti 2026-2029

Musda DPD HIMKI Jatim dihadiri lebih dari 120 anggota HIMKI yang merupakan pelaku industri mebel dan kerajinan dari berbagai wilayah Jatim.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Dyan Rekohadi
Surya.co.id/DPD HIMKI Jatim
KETUA TERPILIH - Glenn Candranegara, pengusaha mebel asal Gresik yang terpilih sebagai Ketua DPD HIMKI Jatim masa bakti 2026–2029 dalam Musda HIMKI Jatim yang digelar Rabu (3/6/2026). Pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat untuk memperkuat daya saing industri mebel dan kerajinan Jatim di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif.  
Ringkasan Berita:
  • Musda Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Jawa Timur (DPD HIMKI Jatim) secara resmi menetapkan Glenn Candranegara sebagai Ketua DPD HIMKI Jawa Timur masa bakti 2026–2029.
  • Musda DPD HIMKI Jatim dihadiri lebih dari 120 anggota HIMKI yang merupakan pelaku industri mebel dan kerajinan dari berbagai wilayah Jatim. 
  • Jatim memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pusat industri mebel dan kerajinan terdepan di Asia Tenggara.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA  – Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia Jawa Timur (DPD HIMKI Jatim) yang berlangsung di Hotel Morazen Surabaya secara resmi menetapkan Glenn Candranegara sebagai Ketua DPD HIMKI Jawa Timur masa bakti 2026–2029.

Pemilihan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat untuk memperkuat daya saing industri mebel dan kerajinan Jatim di tengah dinamika perdagangan global yang semakin kompetitif.

Baca juga: HIMKI Jatim Dorong Daya Saing Furnitur Lokal di Tengah Gempuran Produk Impor Murah

 

Optimisme pada Industri Mebel Jatim

Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menegaskan bahwa tantangan industri saat ini tidak lagi sekadar persaingan antar perusahaan, melainkan persaingan antar ekosistem industri.

“Sepulang dari kunjungan industri ke Nankang, China, saya semakin yakin bahwa masa depan industri mebel dan kerajinan Indonesia tidak ditentukan oleh satu atau dua perusahaan besar, tetapi oleh kemampuan kita membangun ekosistem yang kuat, produktif, dan saling terhubung,” kata Abdul Sobur, Rabu (3/6/2026).

Menurut Sobur, Jatim memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pusat industri mebel dan kerajinan terdepan di Asia Tenggara.

Selain didukung oleh pelabuhan internasional, kawasan industri, sumber daya manusia yang unggul, serta jaringan ekspor yang luas, Jatim juga menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan furnitur dan kerajinan berkelas dunia yang telah membawa nama Indonesia ke berbagai pasar internasional.

Baca juga: Tak Sekadar Furnitur, Mebel Arois Jaga Warisan Jati

 

Misi Memperluas Pasar Ekspor dan Regenerasi

Ketua DPD HIMKI Jatim.terpilih, Glenn Candranegara, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar anggota, meningkatkan daya saing industri, memperluas akses pasar ekspor, serta mendorong regenerasi pelaku industri mebel dan kerajinan di Jatim. 

Pengusaha mebel asal Gresik ini bersiap menyiapkan langkah strategis untuk mencapai target tersebut.

"Dengan potensi industri mebel Jatim yang cukup besar kami siap meningkatkan daya saing industri, memperluas akses pasar ekspor serta mendorong regenerasi pelaku industri mebel dan kerajinan di Jatim," ungkap Glenn.

Baca juga: Truk Bermuatan Mebel Terbakar di Depan SPBU Albatros Sidoarjo

 

Membangun Ekosistem Industri yang Kuat

Musda DPD HIMKI Jatim dihadiri lebih dari 120 anggota HIMKI yang merupakan pelaku industri mebel dan kerajinan dari berbagai wilayah Jatim. 

Termasuk sejumlah eksportir nasional yang selama ini berkontribusi signifikan terhadap ekspor furnitur Indonesia ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan berbagai negara lainnya.

HIMKI berharap kepengurusan baru DPD Jatim dapat menjadi motor penggerak dalam memperkuat kolaborasi industri, meningkatkan nilai tambah produk nasional, serta mendukung target pertumbuhan ekspor mebel dan kerajinan Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

“Kami tidak hanya membangun perusahaan yang kuat, tetapi membangun ekosistem industri yang kuat. Karena masa depan Indonesia akan ditentukan oleh kemampuan kita dalam menciptakan nilai tambah, lapangan kerja, dan daya saing global secara berkelanjutan,” pungkas Abdul Sobur.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved