Viral Teror Pocong Bercelurit di Bangkalan, Pemerannya Minta Maaf
Viral video pocong bersenjata di Bangkalan dipastikan bukan terjadi di Kecamatan Kamal. Pemeran pocong menyampaikan permohonan maaf.
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Video pocong bersenjata yang viral dan meresahkan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), dipastikan bukan terjadi di Kecamatan Kamal seperti narasi yang beredar.
- Camat Kamal menegaskan informasi lokasi kejadian di wilayahnya adalah hoaks setelah dilakukan penelusuran bersama Muspika.
- Seorang pemuda berinisial SF yang mengaku sebagai pemeran utama dalam video tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bangkalan.
SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Video sosok pocong yang terekam berjalan di teras rumah hingga mengetuk pintu dan jendela warga sempat memicu keresahan masyarakat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), dalam sepekan terakhir.
Apalagi, sosok yang mengenakan kain putih tersebut terlihat membawa senjata tajam jenis celurit dalam rekaman kamera pengawas (CCTV).
Namun, setelah video itu viral di media sosial, pemerintah kecamatan memastikan informasi yang menyebut lokasi kejadian berada di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, tidak benar atau hoaks.
Klarifikasi tersebut disampaikan Camat Kamal, Ainul Yaqin, usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Senin (1/6/2026).
"Kejadian teror pocong di Kamal itu tidak benar. Hoaks semua itu, tidak ada yang namanya pocong," tegas Ainul Yaqin.
Lokasi Kejadian Sempat Simpang Siur
Sebelum klarifikasi resmi disampaikan, beredar berbagai narasi terkait lokasi kemunculan video pocong tersebut.
Awalnya, video viral itu disebut terjadi di Desa Kebun, Kecamatan Kamal. Setelah itu, muncul informasi lain yang menyebut lokasi kejadian berada di Desa Binajuh, yang juga berada di wilayah Kecamatan Kamal.
Informasi yang berbeda-beda tersebut, membuat masyarakat kebingungan sekaligus menimbulkan kekhawatiran di sejumlah wilayah.
Namun, hasil penelusuran yang dilakukan pihak kecamatan bersama unsur Muspika, menunjukkan bahwa kejadian dalam video tidak terjadi di wilayah Kecamatan Kamal.
Fakta yang Terungkap
- Video pocong viral menimbulkan keresahan warga.
- Narasi awal menyebut lokasi di Desa Kebun, Kecamatan Kamal.
- Muncul informasi lain yang menyebut Desa Binajuh, Kecamatan Kamal.
- Kecamatan dan Muspika Kamal melakukan penelusuran langsung.
- Hasil pengecekan menyatakan kejadian tersebut bukan terjadi di Kecamatan Kamal.
Ainul Yaqin mengatakan, pihaknya rutin melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memantau situasi wilayah.
"Hoaks semua, karena setiap malam kami bersama Muspika selalu berkoordinasi. Masyarakat jangan percaya, karena itu ingin membuat masyarakat takut keluar rumah," ujarnya.
Pemeran Utama Pocong Muncul dan Minta Maaf
Di tengah polemik yang berkembang, beredar video lain yang memperlihatkan seorang pemuda berinisial SF menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.
Dalam video berdurasi sekitar 43 detik tersebut, SF mengaku sebagai pemeran utama dalam konten pocong yang viral di media sosial.
Ia meminta maaf kepada Kepala Desa Mrandung, warga Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, serta masyarakat Bangkalan secara umum.
Isi Permintaan Maaf
Dalam pernyataannya, SF menyampaikan:
- Meminta maaf kepada pemerintah desa dan masyarakat.
- Mengakui keterlibatan sebagai pemeran utama konten pocong.
- Berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
- Menyatakan tidak akan membuat konten serupa di kemudian hari.
Video permintaan maaf tersebut direkam dengan didampingi sejumlah tokoh masyarakat serta personel Polsek Klampis.
Diduga Melibatkan Tiga Pemuda
Berdasarkan informasi yang beredar, selain SF sebagai pemeran utama, terdapat dua pemuda lain yang diduga ikut terlibat dalam pembuatan video tersebut.
Masing-masing berinisial KD yang disebut berperan mengatur rekaman CCTV, dan ZH yang diduga menjadi perencana konten.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait proses penanganan terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Kasus ini, menjadi pelajaran penting mengenai dampak konten digital yang dibuat tanpa mempertimbangkan efek sosial di tengah masyarakat.
Warga Diminta Tidak Mudah Percaya Informasi Viral
Pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial, terutama yang belum terverifikasi kebenarannya.
Masyarakat juga diminta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan sumber dan faktanya, karena berpotensi menimbulkan keresahan publik.
pocong viral Bangkalan
pocong bercelurit Bangkalan
teror pocong Bangkalan
pemeran pocong minta maaf
Kecamatan Kamal
Desa Mrandung
Pocong
pocong bangkalan
Madura
Jawa Timur
berita Bangkalan hari ini
berita Bangkalan terkini
berita Bangkalan terbaru
Berita Bangkalan
Meaningful
Multiangle
| Kalender Juni 2026: Daftar Libur Nasional dan 1 Muharram 1448 H |
|
|---|
| SPMB SD Surabaya Dibuka 2 Juni, Siswa Usia 7 Tahun ke Atas Jadi Prioritas |
|
|---|
| Bandara Notohadinegoro Tambah Rute Baru, Wings Air Layani Surabaya-Jember |
|
|---|
| Modus Pengirim Sate Ayam Misterius yang Diduga Jadi Penyebab Wanita Boyolali Tewas, Catut Nama Ini |
|
|---|
| Tak Punya SLHS, 372 SPPG Di Jatim Distop Mendadak Operasinya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pocong-bercelurit-di-Bangkalan-Madura-Jatim.jpg)