Selasa, 2 Juni 2026

Viral Teror Pocong Bercelurit di Bangkalan, Pemerannya Minta Maaf

Viral video pocong bersenjata di Bangkalan dipastikan bukan terjadi di Kecamatan Kamal. Pemeran pocong menyampaikan permohonan maaf.

Tayang:
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Cak Sur
istimewa
POCONG BERCELURIT - Sosok pocong bercelurit yang diperagakan seorang pemuda berinisial SF asal Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terekam CCTV rumah warga. SF kemudian meminta maaf pada Senin (1/6/2026) ini, dan mengaku bahwa maksud berpakaian pocong sebatas untuk kebutuhan konten di meda sosial. 

Ringkasan Berita:
  • Video pocong bersenjata yang viral dan meresahkan warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), dipastikan bukan terjadi di Kecamatan Kamal seperti narasi yang beredar.
  • Camat Kamal menegaskan informasi lokasi kejadian di wilayahnya adalah hoaks setelah dilakukan penelusuran bersama Muspika.
  • Seorang pemuda berinisial SF yang mengaku sebagai pemeran utama dalam video tersebut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Bangkalan.

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Video sosok pocong yang terekam berjalan di teras rumah hingga mengetuk pintu dan jendela warga sempat memicu keresahan masyarakat Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), dalam sepekan terakhir.

Apalagi, sosok yang mengenakan kain putih tersebut terlihat membawa senjata tajam jenis celurit dalam rekaman kamera pengawas (CCTV).

Namun, setelah video itu viral di media sosial, pemerintah kecamatan memastikan informasi yang menyebut lokasi kejadian berada di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, tidak benar atau hoaks.

Klarifikasi tersebut disampaikan Camat Kamal, Ainul Yaqin, usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Senin (1/6/2026).

"Kejadian teror pocong di Kamal itu tidak benar. Hoaks semua itu, tidak ada yang namanya pocong," tegas Ainul Yaqin.

Lokasi Kejadian Sempat Simpang Siur

Sebelum klarifikasi resmi disampaikan, beredar berbagai narasi terkait lokasi kemunculan video pocong tersebut.

Awalnya, video viral itu disebut terjadi di Desa Kebun, Kecamatan Kamal. Setelah itu, muncul informasi lain yang menyebut lokasi kejadian berada di Desa Binajuh, yang juga berada di wilayah Kecamatan Kamal.

Informasi yang berbeda-beda tersebut, membuat masyarakat kebingungan sekaligus menimbulkan kekhawatiran di sejumlah wilayah.

Namun, hasil penelusuran yang dilakukan pihak kecamatan bersama unsur Muspika, menunjukkan bahwa kejadian dalam video tidak terjadi di wilayah Kecamatan Kamal.

Fakta yang Terungkap

  • Video pocong viral menimbulkan keresahan warga.
  • Narasi awal menyebut lokasi di Desa Kebun, Kecamatan Kamal.
  • Muncul informasi lain yang menyebut Desa Binajuh, Kecamatan Kamal.
  • Kecamatan dan Muspika Kamal melakukan penelusuran langsung.
  • Hasil pengecekan menyatakan kejadian tersebut bukan terjadi di Kecamatan Kamal.

Ainul Yaqin mengatakan, pihaknya rutin melakukan koordinasi dengan aparat keamanan untuk memantau situasi wilayah.

"Hoaks semua, karena setiap malam kami bersama Muspika selalu berkoordinasi. Masyarakat jangan percaya, karena itu ingin membuat masyarakat takut keluar rumah," ujarnya.

Pemeran Utama Pocong Muncul dan Minta Maaf

Di tengah polemik yang berkembang, beredar video lain yang memperlihatkan seorang pemuda berinisial SF menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Dalam video berdurasi sekitar 43 detik tersebut, SF mengaku sebagai pemeran utama dalam konten pocong yang viral di media sosial.

Ia meminta maaf kepada Kepala Desa Mrandung, warga Desa Mrandung, Kecamatan Klampis, serta masyarakat Bangkalan secara umum.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved