Selasa, 2 Juni 2026

Perbaikan Jembatan Kaliombo Kediri, Warga Berharap Selesai Lebih Cepat

Rehabilitasi Jembatan Kaliombo I Kota Kediri merupakan langkah yang tidak bisa ditunda

Tayang:
Penulis: Luthfi Husnika | Editor: Titis Jati Permata
istimewa/Dishub Kota Kediri
PANTAUAN - Pantauan kondisi titik-titik pengalihan arus lalulintas secara real time melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS), Senin (1/6/2026).. Selama Jembatan Kaliombo I direhabilitasi, sejumlah jalur alternatif disiapkan. 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan Kaliombo I ditutup total sejak 29 Mei hingga 11 Desember 2026 karena usia 86 tahun melampaui umur teknis, menimbulkan kepadatan di jalur alternatif.  
  • Dishub arahkan bus dan kendaraan pribadi ke jalur alternatif, pantau kondisi lewat ATCS, serta siagakan petugas di titik rawan.  
  • Waktu tempuh perjalanan bertambah, warga berharap perbaikan selesai lebih cepat dan pengaturan lalu lintas terus dievaluasi.  

 

SURYA.co.id, KEDIRI -Penutupan total Jembatan Kaliombo I di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri, sejak Jumat (29/5/2026) mulai menimbulkan kepadatan di sejumlah jalur alternatif.

Rekayasa lalu lintas yang disiapkan Dishub bertujuan mengurangi kemacetan selama rehabilitasi hingga 11 Desember 2026, sekaligus memastikan kelancaran proyek dan keselamatan pengguna jalan.

Usia Jembatan Melampaui Umur Teknis

Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, menjelaskan rehabilitasi Jembatan Kaliombo I merupakan langkah yang tidak bisa ditunda mengingat usia jembatan yang sudah jauh melampaui umur teknis.

"Pembangunan dilakukan sebagai upaya pembenahan dan pemeliharaan. Jangan sampai menunggu terjadi kerusakan yang lebih besar baru dilakukan perbaikan. Tahun ini memang penganggaran pembangunan jembatan difokuskan untuk Jembatan Kaliombo I," katanya, Senin (1/6/2026).

Menurut Arief, secara teknis umur standar sebuah jembatan berkisar antara 25 hingga 35 tahun.

Sementara itu, Jembatan Kaliombo I telah beroperasi selama sekitar 86 tahun sehingga memerlukan penanganan menyeluruh demi menjamin keamanan pengguna jalan dalam jangka panjang.

Rute Alternatif yang Disiapkan

Untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan, bus dari arah Surabaya menuju Tulungagung diarahkan melalui Jalan Mayor Bismo, Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, hingga Jalan Sersan Suharmadji.

Sedangkan kendaraan pribadi dan sepeda motor dapat memanfaatkan jalur Simpang Empat Alun-Alun, Jalan Brigjen Katamso, Simpang Empat Baruna, dan Jalan Kaliombo.

Dishub bersama Satlantas Polres Kediri Kota dan pihak pelaksana proyek juga menempatkan petugas di sejumlah titik strategis.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung, pemantauan kondisi jalan dilakukan melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) yang beroperasi secara real time.

"Dari pantauan ATCS, kondisi lalu lintas terpantau padat merayap, bukan stagnan atau berhenti total. Kepadatan terjadi karena adanya peningkatan volume kendaraan dan pelimpahan arus dari Jalan Urip Sumoharjo," terang Arief.

Waktu Tempuh Perjalanan Bertambah

Meski demikian, sejumlah warga mengaku waktu tempuh perjalanan mereka bertambah sejak penutupan jembatan diberlakukan.

Salah satunya adalah Andi, warga Kota Kediri, yang setiap hari melintas menuju tempat kerja.

"Biasanya perjalanan sekitar 15 menit, sekarang bisa lebih dari setengah jam saat jam sibuk. Kami memahami jembatan memang perlu diperbaiki, tetapi berharap pengaturannya terus dievaluasi supaya antrean kendaraan tidak semakin panjang. Kalau bisa malah perbaikan bisa selesai lebih cepat," tuturnya.

Warga Berharap Perbaikan Selesai Lebih Cepat

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved